Pencarian

Aktivitas Tambang PT GMS di Konawe Selatan Disorot, IMALAK Sultra Desak Penegak Hukum Turun Tangan

Sabtu, 20 Juni 2026 • 21:33:02 WIB
Aktivitas Tambang PT GMS di Konawe Selatan Disorot, IMALAK Sultra Desak Penegak Hukum Turun Tangan
Aktivitas tambang PT GMS di Konawe Selatan menjadi sorotan terkait dugaan kerusakan lingkungan.

KENDARI — IMALAK Sultra menilai dugaan kerusakan lingkungan di wilayah operasi PT GMS bukan lagi pelanggaran biasa. Jenderal Lapangan IMALAK Sultra, La Ode Muhammad Zulyarson, menegaskan negara tidak boleh kalah oleh kepentingan korporasi.

“Jika benar terjadi pencemaran laut, sedimentasi pesisir, atau kerusakan ekosistem akibat aktivitas tambang, maka ini bukan lagi pelanggaran biasa. Ini kejahatan lingkungan yang harus ditindak tegas,” ujarnya, Sabtu (20/6/2026).

Dokumen Pengawasan Diminta Dibuka ke Publik

IMALAK Sultra juga menantang pemerintah daerah dan Dinas Lingkungan Hidup untuk membuka seluruh dokumen pengawasan lingkungan terkait PT GMS. Menurut mereka, transparansi masih menjadi persoalan serius dalam tata kelola sektor tambang di Sulawesi Tenggara.

“Kami mendesak agar seluruh hasil evaluasi, pengawasan, hingga dokumen lingkungan dibuka ke publik. Jika tidak ada yang ditutupi, mengapa harus tertutup?” sindir Zulyarson.

Dugaan Perubahan Kualitas Perairan di Pesisir Laonti

Organisasi mahasiswa ini menyoroti dugaan perubahan kualitas perairan di sekitar wilayah operasi PT GMS. Mereka menilai indikasi tersebut harus segera diverifikasi melalui investigasi lapangan yang independen dan transparan.

“Jangan sampai ada pembiaran. Dugaan kerusakan lingkungan ini harus diuji secara ilmiah dan terbuka. Publik berhak tahu apa yang sebenarnya terjadi di Laonti,” kata Zulyarson.

Masyarakat pesisir di Konawe Selatan disebut menjadi pihak yang paling dirugikan. Sebagian besar dari mereka menggantungkan hidup dari hasil laut yang kini terancam akibat sedimentasi dan potensi pencemaran.

Klaim PT GMS: Video yang Beredar adalah Rekaman Lama

Menanggapi desakan tersebut, Humas PT GMS Sukirman menyebut bahwa video yang menunjukkan kondisi sungai keruh di area tambang adalah rekaman lama. Ia mengklaim kondisi terkini di lapangan sudah jauh berbeda.

“Yang pastinya video yang dikirim itu video lama, bukan kondisi saat ini wilayah IUP PT GMS. Sungai di sana rata-rata sudah dinormalisasi semua, airnya tidak keruh, jernih saat ini,” kata Sukirman.

Sementara itu, salah satu penanggung jawab yang disebut sebagai orang kepercayaan pemilik PT GMS mengaku tidak mengetahui apa yang terjadi di lingkungan perusahaan. “Tidak tahu,” jawabnya singkat.

IMALAK Sultra Siap Kawal Hingga Ada Kepastian Hukum

IMALAK Sultra memastikan tidak akan tinggal diam. Mereka menyatakan siap mengawal kasus ini hingga ada kejelasan hukum dan kepastian terkait dugaan pelanggaran yang terjadi.

“Ini bukan sekadar soal tambang. Ini soal masa depan lingkungan dan hak hidup masyarakat. Kami akan terus mengawal sampai ada kejelasan siapa yang bertanggung jawab dan apa konsekuensi hukumnya,” tutup Zulyarson.

Bagikan
Sumber: baradupa.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks