BAUBAU — Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dipertan) Baubau, Ibnu Wahid, mengungkapkan bahwa bantuan terbesar dalam paket ini adalah pembangunan tujuh unit jaringan irigasi air tanah (JIAT) dengan nilai sekitar Rp28 miliar. Proyek ini saat ini masih dalam proses lelang dan akan dikerjakan oleh badan usaha milik negara (BUMN).
"JIAT itu menggunakan sumur bor berkapasitas besar untuk menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian, terutama saat musim kemarau," ujar Ibnu Wahid, Minggu (21/6/2026).
Selain tujuh unit JIAT, program tersebut juga mencakup pembangunan enam titik jaringan irigasi tersier serta jaringan irigasi sekunder. Infrastruktur ini akan mendistribusikan air hingga ke areal persawahan di sejumlah kecamatan, yakni Bungi, Lea-Lea, Sorawolio, dan Betombari, tepatnya di Kelurahan Waborobo.
Dua Unit JIAT Senilai Rp2 Miliar Sudah Berjalan
Ibnu Wahid menambahkan, pembangunan dua unit jaringan irigasi air tanah senilai Rp2 miliar telah rampung dikerjakan. Infrastruktur tersebut berada di Kelurahan Kampeonaho dan Kaisabu.
Tak hanya irigasi, Pemerintah Pusat juga mengalokasikan anggaran sekitar Rp600 juta untuk pembangunan dam parit, irigasi perpompaan, dan jaringan irigasi air tanah. Program ini dikelola langsung oleh kelompok tani melalui mekanisme swakelola. "Jadi dananya dari Kementerian langsung ke kelompok tani. Kemarin kita sudah urus di BRI untuk penyaluran dananya," ungkap Ibnu Wahid.
Bantuan Alsintan dan Target Produksi Padi
Selain infrastruktur irigasi, Pemkot Baubau juga menerima bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) senilai Rp1,6 miliar. Bantuan ini diharapkan dapat mendongkrak produktivitas padi sawah yang pada 2025 tercatat mencapai 12.400 ton.
Saat ini, rata-rata produksi padi di Baubau mencapai sekitar 5 ton per hektare. Ke depan, Dipertan Baubau akan mengembangkan program penangkaran benih unggul bagi petani. Ibnu Wahid menargetkan, dengan benih unggul tersebut, produksi padi dapat meningkat menjadi 8 hingga 9 ton per hektare.
"Meski demikian, ancaman El Nino yang diperkirakan terjadi pada Juni hingga Agustus kami yakin dapat diantisipasi dengan bertambahnya infrastruktur irigasi yang tersedia," tuturnya.