Pencarian

Overkapasitas dan Keterbatasan Petugas Warnai Capaian Lapas Baubau Semester I 2026

Senin, 22 Juni 2026 • 16:40:31 WIB
Overkapasitas dan Keterbatasan Petugas Warnai Capaian Lapas Baubau Semester I 2026
Kepala Lapas Baubau memaparkan capaian kinerja semester I tahun 2026 dalam forum evaluasi di Sulawesi Tenggara.

BAUBAU — Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Baubau, Abdul Waris, memaparkan capaian kinerja institusinya dalam forum evaluasi yang digelar secara terpusat pada Kamis (18/6/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tenggara dan diikuti seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Sulawesi Tenggara.

Empat Aspek Kinerja yang Dioptimalkan

Dalam paparannya, Abdul Waris menjelaskan bahwa pihaknya tetap mengoptimalkan pelaksanaan tugas pada empat aspek utama di tengah berbagai keterbatasan. Keempat aspek itu meliputi pembinaan dan layanan dasar, keamanan dan ketertiban, fasilitas serta sarana prasarana, hingga penguatan kerja sama.

“Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan, Lapas Baubau tetap mengoptimalkan pelaksanaan tugas pada empat aspek utama, yakni pembinaan dan layanan dasar, keamanan dan ketertiban, fasilitas serta sarana prasarana, serta penguatan kerja sama,” jelasnya.

Program Pembinaan: Dari Kerohanian hingga UMKM

Pada sektor pembinaan, Lapas Baubau menjalankan sejumlah program secara berkesinambungan. Mulai dari pembinaan kerohanian, pembinaan jasmani, literasi, pendidikan, hingga pembinaan kemandirian melalui kegiatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Abdul Waris menambahkan, pihaknya juga terus mengembangkan program ketahanan pangan dengan melibatkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Program ini menjadi bagian dari upaya pembinaan keterampilan sekaligus peningkatan produktivitas warga binaan.

Realisasi Anggaran dan Kendala yang Dihadapi

Dalam forum evaluasi tersebut, Kalapas turut menyampaikan realisasi anggaran Semester I Tahun 2026. Ia juga mengungkapkan sejumlah kendala yang masih dihadapi, di antaranya tingginya angka overkapasitas hunian, keterbatasan sumber daya manusia, serta kebutuhan peningkatan sarana dan prasarana.

Abdul Waris menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas kinerja dan memperkuat pelayanan kepada warga binaan. Ia juga menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pembinaan.

  • Fakta Singkat Capaian Lapas Baubau Semester I 2026:
  • Overkapasitas hunian menjadi tantangan utama dibandingkan jumlah petugas yang tersedia
  • Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dijalankan secara intensif sejak awal tahun
  • Pembinaan kemandirian melalui UMKM dan ketahanan pangan melibatkan WBP

Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks