KONAWE — Sekretaris Daerah Kota Baubau, La Ode Darussalam, memastikan pendampingan penuh kepada puluhan peserta MTQ XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara yang tengah bertanding di Kota Unaaha. Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Rombongan, ia mengawal langsung para kafilah sejak hari pertama perlombaan, Kamis (25/6/2026).
Seluruh Cabang Diikuti, Kesehatan Jadi Prioritas
La Ode Darussalam menyebut Kota Baubau mengikuti seluruh cabang yang dipertandingkan. Pada hari pertama, sejumlah lomba seperti Tilawah Golongan Remaja, Hafalan 1 Juz, Qira'at Murattal, Kaligrafi, hingga Karya Tulis Ilmiah Al-Qur'an (KTIQ) berjalan lancar.
"Alhamdulillah, Kota Baubau mengikuti seluruh jenis lomba yang dipertandingkan sehingga setiap hari peserta kita akan tampil sesuai jadwal," ujarnya dalam keterangan resmi.
Kenapa Peserta MTQ Butuh Pendampingan Medis?
Menurut La Ode, sebagian besar cabang lomba mengandalkan kualitas suara dan stamina. Oleh karena itu, kesehatan peserta menjadi perhatian utama tim pendamping. Pemerintah Kota Baubau tidak hanya mengirim pendamping teknis, tetapi juga menyiapkan dokter yang bertugas memantau kondisi fisik para kafilah selama di Konawe.
"Kami telah menyiapkan dokter dari Kota Baubau untuk selalu memeriksa dan memantau kesehatan para peserta sehingga mereka dapat tampil maksimal," tambahnya.
Langkah ini dinilai krusial mengingat jadwal lomba yang padat. Pada hari kedua, misalnya, peserta dari Kota Baubau dijadwalkan mengikuti Syarhil Al-Qur'an Putra dan Putri, Tilawah Golongan 1 Juz, serta Tilawah Golongan 5 Juz.
Target: Harumkan Nama Baubau di Ajang Provinsi
La Ode Darussalam optimistis kafilah Baubau mampu bersaing dengan kontingen dari kabupaten/kota lain. Ia mengajak seluruh warga Baubau untuk terus mendukung para peserta yang saat ini tengah berjuang di Bumi Anoa.
"Kami berharap Kafilah Kota Baubau dapat memberikan hasil yang terbaik pada MTQ ke-31 Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara ini. Kami juga memohon doa dan dukungan seluruh masyarakat," pungkasnya.
MTQ XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2026 berlangsung di Kabupaten Konawe dan diikuti oleh seluruh kontingen dari 17 kabupaten/kota se-Sultra.