KENDARI — Prestasi ini tertuang dalam dua Surat Keputusan LAMEMBA yang diterbitkan pada Juni 2026. Untuk Prodi S-1 Manajemen, akreditasi tertuang dalam SK Nomor 150/DE/A.5/LAMEMBA-U/VI/2026, sementara Prodi S-2 Magister Manajemen melalui SK Nomor 163/DE/A.5/LAMEMBA-U/VI/2026. Kedua predikat Unggul ini berlaku selama lima tahun ke depan.
Perjuangan Panjang Berbuah Predikat Tertinggi
Ketua Yayasan STIE Enam-Enam Kendari, Ichsanuddin Akbar, tidak bisa menyembunyikan rasa harunya. Ia menegaskan pencapaian ini bukanlah hasil instan, melainkan buah dari kerja keras dan doa seluruh civitas akademika.
“Alhamdulillah, sejarah baru terukir penuh haru! Perjuangan panjang, peluh, dan doa kita bersama akhirnya membuahkan hasil tertinggi. Dua program studi, S-1 Manajemen dan S-2 Magister Manajemen STIE Enam-Enam Kendari, resmi meraih Akreditasi Unggul secara serentak dari LAMEMBA,” ujar Ichsanuddin dalam keterangan resmi yang diterima, Senin.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para dosen, staf, mahasiswa, alumni, dan mitra jurnalis yang terus mendukung kampus tersebut. “Berkat doa seluruh civitas akademika, kerja keras kami, kerja cerdas kami, dan doa seluruh mitra, baik jurnalis maupun teman-teman yang lain, kami sangat bersyukur sekali doa kami diijabah,” tambahnya.
Rekor di Sultra dan Target Jadi Universitas
Keistimewaan akreditasi ini terletak pada capaian Prodi S-2 Magister Manajemen. Ichsanuddin menyebut, program pascasarjana tersebut kini menjadi satu-satunya di Sulawesi Tenggara yang berhasil menyabet predikat Unggul. Dengan raihan ini, dua dari tiga prodi yang dimiliki STIE 66 Kendari—atau sekitar 70 persen—kini berstatus Unggul.
Pencapaian itu membuka jalan bagi target yang lebih besar: peningkatan status institusi menjadi universitas sekaligus meraih Akreditasi Institusi Unggul. Berdasarkan aturan, syarat minimal untuk mengajukan akreditasi institusi Unggul adalah 10 persen prodi berpredikat Unggul. STIE 66 Kendari kini berada di posisi yang sangat aman.
“Ketika berubah menjadi universitas, kami tidak ada halangan lagi untuk membawa institusi menjadi Unggul. Karena jika ditambah tiga prodi baru pun, kami masih bisa memenuhi syarat di atas 40 persen,” jelas Ichsanuddin optimistis.
Menembus Jajaran Elite Perguruan Tinggi di Sultan Batara
Ambisi tersebut bukan tanpa dasar. Ichsanuddin membeberkan data dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX Sultan Batara, yang membawahi Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat. Dari lebih dari 200 perguruan tinggi di wilayah tersebut, baru dua institusi yang berhasil meraih Akreditasi Institusi Unggul.
STIE Enam-Enam Kendari bertekad menjadi yang berikutnya. “Dari 200 lebih perguruan tinggi di Wilayah IX Sultan Batara, baru dua institusi yang akreditasi Unggul. Kami berupaya untuk menjadi yang berikutnya, yang ketiga atau keempat. Kemungkinan tahun depan atau dua tahun ke depan, kami akan menargetkan pencapaian akreditasi Institusi Unggul,” tegasnya.
Capaian bersejarah ini sekaligus mengukuhkan posisi STIE 66 Kendari sebagai salah satu kampus ekonomi terdepan di kawasan timur Indonesia, siap mencetak lulusan berdaya saing tinggi.