Pencarian

PT KPR Silika dan SDN 92 Laea Gelar Pentas Seni hingga Seminar Pengasuhan demi Perlindungan Anak di Bombana

Senin, 27 Juli 2026 • 20:32:01 WIB
PT KPR Silika dan SDN 92 Laea Gelar Pentas Seni hingga Seminar Pengasuhan demi Perlindungan Anak di Bombana
peserta dari Kecamatan Poleang Selatan, Bombana, memadati Gedung Serbaguna setempat dalam perayaan Hari Anak Nasional ke-42.

BOMBANA — Sebanyak 150 peserta dari Kecamatan Poleang Selatan, Bombana, memadati Gedung Serbaguna setempat pada Sabtu (25/7) untuk merayakan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42. Acara ini bukan sekadar seremonial—PT Kasmar Poleang Raya (KPR Silika) dan SD Negeri 92 Laea merancangnya sebagai ruang ekspresi anak sekaligus penguatan perlindungan anak dari tingkat keluarga hingga sekolah.

Mengapa Perusahaan Tambang Peduli Perlindungan Anak?

Superintendent External Relations KPR Silika, Ishak Salu Pasamba, menyebut investasi sumber daya manusia harus dimulai sejak dini. “Setiap anak berhak tumbuh di lingkungan yang aman, sehat, dan penuh kasih sayang,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima di Kendari.

Ishak menegaskan kegiatan ini bagian dari komitmen perusahaan terhadap tiga target Sustainable Development Goals (SDGs): kehidupan sehat dan sejahtera (poin 3), pendidikan berkualitas (poin 4), serta kemitraan untuk mencapai tujuan (poin 17).

Pentas Seni hingga Wawasan Pengasuhan untuk Orang Tua

Rangkaian acara diisi penampilan tari kreasi, dongeng, dan pembacaan puisi oleh siswa SDN 92 Laea. Setelah pentas, acara berlanjut ke seminar bertajuk “Sinergi Guru dan Orang Tua Dalam Mewujudkan Anak Terlindungi Menuju Indonesia Maju”.

Plt Kepala SDN 92 Laea Jumriana mengapresiasi keterlibatan pihak swasta. “Anak-anak di Poleang Selatan memiliki potensi luar biasa. Kolaborasi seperti ini membuat kami optimistis bahwa pendidikan karakter dan tumbuh kembang peserta didik dapat berjalan lebih optimal,” katanya.

DP3A Bombana: Sinergi Multipihak Minimalkan Kekerasan Anak

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Bombana, Mappatang, menilai kolaborasi ini langkah konkret menekan angka kekerasan terhadap anak. “Anak-anak mendapatkan ruang mengekspresikan potensinya melalui seni, sementara guru dan orang tua memperoleh tambahan wawasan terkait pola pengasuhan positif,” ujar Mappatang.

Menurutnya, pendekatan yang melibatkan sekolah, keluarga, pemerintah, dan dunia usaha seperti ini perlu diperluas ke kecamatan lain di Bombana.

Bagikan
Sumber: sultra.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks