KENDARI — Asisten II Sekretariat Daerah Kota Kendari, Nismawati, menegaskan bahwa penanganan kasus kekerasan terhadap anak tidak boleh menimbulkan persoalan baru bagi korban. Ia membuka langsung pelatihan yang diikuti para pihak yang terlibat dalam penyediaan layanan perlindungan bagi anak yang memerlukan perlindungan khusus tersebut.
"Penanganan kasus kekerasan terhadap anak harus dilakukan secara tepat, cepat, terpadu, dan berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak," ujar Nismawati dalam sambutannya.
Perlunya Kolaborasi Lintas Institusi
Nismawati menggarisbawahi bahwa persoalan kekerasan terhadap anak tidak bisa diselesaikan oleh satu institusi saja. Menurutnya, dibutuhkan kerja bersama antara pemerintah, satuan pendidikan, lembaga layanan, masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya.
"Perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi dan koordinasi antarlembaga. Pemerintah, lembaga penyedia layanan, satuan pendidikan, masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya perlu membangun kolaborasi yang kuat," tegasnya.
Materi Pembekalan Peserta
Dalam pelatihan ini, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai manajemen kasus serta prosedur penanganan kekerasan terhadap anak di satuan pendidikan. Materi yang diberikan diarahkan untuk memperkuat kemampuan peserta dalam mengenali, merespons, menangani, hingga memberikan pendampingan sesuai kebutuhan korban.
Nismawati berharap pelatihan ini tidak berhenti pada peningkatan pemahaman semata, tetapi dapat diterapkan ketika peserta menghadapi kasus di lapangan. "Peningkatan kapasitas ini diharapkan dapat mendorong lembaga penyedia layanan menjadi semakin profesional dan responsif dalam menangani berbagai persoalan anak," bebernya.
Anak Korban Kekerasan Wajib Dapat Pendampingan Optimal
Ia menambahkan, setiap anak yang mengalami kekerasan maupun berada dalam kondisi khusus harus mendapatkan perlindungan dan pendampingan secara optimal. Hal ini penting untuk memastikan hak-hak anak tetap terpenuhi di tengah proses pemulihan.
Lebih lanjut, Nismawati menekankan pentingnya koordinasi antarlembaga agar penanganan kasus tidak berjalan sendiri-sendiri. Sistem perlindungan anak harus mampu memastikan korban mendapatkan layanan yang terintegrasi sejak kasus ditemukan hingga proses pendampingan selesai.
"Koordinasi yang semakin baik diharapkan mampu menciptakan sistem perlindungan yang terpadu sehingga anak merasa aman, nyaman, dan terlindungi, baik di lingkungan pendidikan maupun di masyarakat," tuturnya.
Komitmen Pemkot Kendari untuk Lingkungan Ramah Anak
Pemkot Kendari berkomitmen terus memperkuat program perlindungan anak melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan sinergi lintas sektor. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman sekaligus memastikan hak anak tetap terpenuhi dan terlindungi.
"Harapan kita, Kota Kendari dapat terus menjadi lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah anak, serta mampu memastikan hak-hak anak terpenuhi dan terlindungi secara optimal," tandas Nismawati.