KENDARI — Universitas Halu Oleo (UHO) mewisuda 763 lulusan dari 14 fakultas dan Program Pascasarjana pada Sabtu (22/8/2026). Prosesi digelar melalui Rapat Senat Terbuka, merangkum capaian akademik dari Program Doktor ke-51 hingga Sarjana ke-114.
Plt Rektor UHO, Prof. Dr. Khairul Munandi, S.T., M.Eng., menyebut seremoni ini bukan akhir dari proses belajar. Para alumni justru menghadapi medan baru yang menuntut lebih dari sekadar nilai di atas kertas.
Gelar Akademik Belum Cukup untuk Hadapi Dunia Kerja
Khairul mengingatkan bahwa perubahan dunia kerja berlangsung cepat. Kemampuan beradaptasi, kreativitas, dan inovasi menjadi modal utama yang harus dimiliki setiap lulusan.
“Saudara dituntut memiliki kemampuan beradaptasi, kreativitas, inovasi, serta integritas yang tinggi,” kata Khairul dalam sambutannya di hadapan para wisudawan.
Ia juga mendorong agar lulusan tidak sekadar berorientasi mencari pekerjaan, tetapi berani menciptakan peluang. “Teruslah belajar, berkembang, dan beradaptasi dengan perubahan zaman,” ujarnya.
FKIP Dominasi Jumlah Lulusan, Ini Rinciannya
Dari total 763 lulusan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menjadi penyumbang terbanyak dengan 255 orang. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) menyusul dengan 92 lulusan, disusul Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) yang meluluskan 69 orang.
Pada jenjang pascasarjana, program Doktor meluluskan 10 orang dengan IPK rata-rata 3,94 dan masa studi 3 tahun 2 bulan. Sementara program Magister meluluskan 10 orang dengan IPK rata-rata 3,79 dan masa studi 2 tahun 5 bulan.
Nur Hikmah Raih Predikat Lulusan Terbaik Universitas
UHO memberikan penghargaan khusus kepada lulusan terbaik tingkat universitas. Nur Hikmah, lulusan Manajemen FEB, berhasil meraih IPK 3,95 dengan masa studi 3 tahun 11 bulan.
Penghargaan juga diberikan kepada Burhanuddin sebagai lulusan terbaik Ilmu Ekonomi S3 dengan IPK 4,00, serta Adian Takwa untuk Kajian Budaya S2 dengan IPK 4,00.
UHO Akui Keterbatasan Layanan, Alumni Diminta Isi Tracer Study
Di tengah momen kelulusan, Khairul mengakui masih ada keterbatasan dalam layanan akademik serta sarana dan prasarana kampus. Ia menyampaikan permohonan maaf dan menegaskan komitmen universitas untuk melakukan pembenahan berkelanjutan.
“Kami berkomitmen terus melakukan perbaikan dan meningkatkan kualitas layanan,” katanya.
Para alumni juga diminta berpartisipasi dalam Tracer Study melalui laman tracer.uho.ac.id. Data yang terkumpul akan menjadi bahan evaluasi untuk menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja.