KENDARI — Sedikitnya 20 orang terlibat dalam penyerangan yang terjadi di Asrama Reformasi, Lorong Pelindung, Kelurahan Lalolara, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, pada Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 04.00 Wita. Korban, Muh. Ilham, mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UHO, mengaku dipukuli menggunakan parang, linggis, kapak, dan pipa hingga mengalami luka serius.
Pintu Kamar Dibobol Pakai Linggis saat Lampu Mati Mendadak
Rachmi, kakak Ilham yang berada satu kamar dengan korban, menuturkan lampu di seluruh asrama tiba-tiba padam sebelum kejadian. Ia sempat mencoba menekan saklar, namun lampu tidak juga menyala. Dalam kondisi gelap itulah sekelompok orang berlari dari arah belakang asrama dan berhenti di depan kamar mereka.
"Dia ambil linggis, kemudian cungkil pintunya. Ujung linggis sampai kena tangan saya," tutur Rachmi saat ditemui pada Rabu malam (26/8/2026).
Sebelum membobol kamar Rachmi, para pelaku sempat mengetuk kamar tetangga. Karena tidak ada respons, mereka berteriak, "Buka, jangan pura-pura tidur," sambil mencongkel papan pintu dengan linggis hingga akhirnya tangan Ilham ditarik paksa keluar.
Ilham Sempat Konsumsi Minuman Keras sebelum Kejadian
Ilham mengakui bahwa dirinya sempat mengonsumsi minuman bersama teman-temannya di depan asrama sejak pukul 23.00 Wita hingga sekitar pukul 03.00 Wita. Ia baru membersihkan botol dan sampah bekas minuman sekitar satu jam sebelum penyerangan terjadi.
"Saya dipukul pakai benda tajam, parang, linggis, kapak dan pipa. Ada luka di kaki, bagian bokong, bekas tebasan dan benjol-benjol di badan," katanya.
Meski bau minuman masih tercium dari tubuhnya, Ilham menegaskan kondisinya dalam keadaan sadar saat kejadian berlangsung.
Video Viral Diambil saat Korban Sudah Lemas
Ilham menjelaskan bahwa video yang beredar luas di media sosial diambil ketika dirinya sudah dalam kondisi kelelahan dan tidak mampu mengontrol ucapan. Ia memilih mengikuti polisi yang tiba di lokasi untuk mengamankan diri dari serangan lanjutan.
"Dalam video yang beredar itu saya sudah dalam kondisi lemas, Kak. Sudah tidak terkontrol saya bicara," ujarnya.
Isu Anak Busur Dibantah Korban
Baik Ilham maupun Rachmi membantah mengetahui asal-usul anak busur yang disebut dalam rangkaian kejadian. Rachmi menegaskan benda tersebut tidak ditemukan di kamarnya dan ia tidak melihat ada mahasiswa Papua yang masuk untuk mengambil barang bukti tersebut.
"Anak busur itu tidak ada di kamar saya, Kak. Saya tidak tahu mereka dapat dari mana itu anak busur," tegas Ilham.
Rachmi juga mengaku tidak dapat mengenali wajah para pelaku karena kondisi gelap. Ia hanya sempat melihat salah seorang pelaku berpostur tinggi yang masuk pertama kali ke kamarnya, namun tidak hafal wajahnya. Dua orang tak dikenal yang kemudian masuk ke kamar juga tidak diketahui identitas maupun motifnya oleh Rachmi.
Ilham meminta persoalan ini diperiksa berdasarkan bukti serta keterangan pihak-pihak yang berada di lokasi kejadian.