Pencarian

Wali Kota Kendari Luncurkan Bank Sampah Balai Kota, 10.505 ASN Wajib Setor 2 Kilogram Sampah Per Bulan

Sabtu, 22 Agustus 2026 • 14:30:02 WIB
Wali Kota Kendari Luncurkan Bank Sampah Balai Kota, 10.505 ASN Wajib Setor 2 Kilogram Sampah Per Bulan
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, meluncurkan Bank Sampah Balai Kota di Balai Kota Kendari, Jumat (21/8/2026).

KENDARIWali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menargetkan puluhan ribu aparatur sipil negara (ASN) mengumpulkan hampir 20 ton sampah anorganik setiap bulannya melalui Bank Sampah Balai Kota yang baru diluncurkan, Jumat (21/8/2026). Gerakan ini mewajibkan 10.505 ASN di lingkungan Pemkot Kendari untuk menyetorkan minimal dua kilogram sampah terpilah per orang per bulan.

Saat peluncuran di Balai Kota Kendari, Siska mengakui kebijakan ini terlambat direalisasikan. Ia menyebut pemerintah tidak pantas terus meminta masyarakat menjaga kebersihan jika lingkungan internal perkantoran publik belum memberi contoh nyata.

"Saya mau meminta maaf kepada seluruh masyarakat karena kebijakan ini terlambat, baru kepikiran. Masa kita yang memberikan perintah, baru kita yang tidak lakukan?" ungkapnya di hadapan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala OPD, camat, dan lurah se-Kota Kendari.

Target 20 Ton Sampah dan Konsep Ekonomi Sirkular

Instruksi Wali Kota Nomor 4 Tahun 2026 tentang Gerakan ASN Membawa, Memilah, dan Menyerahkan Sampah Anorganik menjadi dasar kebijakan ini. Setiap Jumat selama jam kerja, ASN diwajibkan membawa sampah anorganik yang sudah dipilah dari rumah maupun tempat kerja ke Bank Sampah Balai Kota.

"Kalau 10.000 orang kali dua kilogram, hampir 20.000 kilogram sampah di Kota Kendari bisa kita kumpulkan dalam waktu sebulan. Itu paling kurang," kata Siska.

Jenis sampah yang diterima meliputi botol plastik, botol deterjen dan sampo, wadah makanan, kertas HVS, dokumen lama, buku, kardus, kaleng, besi tua, seng, hingga sisa kabel. Mekanisme pengelolaannya melibatkan CV Jaya Subur sebagai pihak ketiga yang melakukan pembayaran atas sampah yang telah ditimbang.

Belajar dari Polresta Kendari yang Juara Lomba Kebersihan

Siska mencontohkan keberhasilan Polresta Kendari yang meraih juara pertama lomba kebersihan tingkat instansi vertikal. Menurutnya, sistem pengelolaan di lingkungan kepolisian tersebut sudah terintegrasi dan menjadi rujukan Pemkot Kendari.

"Polresta itu semuanya sudah terintegrasi. Pertama bersih, kedua sudah melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik, lalu mereka juga memiliki bank sampah. Kita kenapa terlambat?" jelasnya.

Dengan adanya bank sampah ini, Siska berharap volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA) bisa berkurang signifikan. Kebijakan ini sekaligus meringankan beban petugas kebersihan dan mendorong penerapan ekonomi sirkular di Kota Kendari.

Penimbangan Perdana Capai 19,6 Kilogram

Pada peluncuran tersebut, Siska melakukan penimbangan perdana sampah anorganik yang terkumpul. Total sampah yang disetor mencapai 19,6 kilogram dengan nilai Rp33.000, yang langsung dicatat sebagai saldo awal Bank Sampah Balai Kota Kendari.

Siska meminta kepala OPD, camat, dan lurah tidak hanya menjalankan gerakan ini di lingkungan kantor masing-masing. Mereka didorong untuk membentuk dan memperkuat bank sampah di wilayah kerja masing-masing, serta melibatkan dunia usaha, komunitas masyarakat, dan perkantoran vertikal.

Ia juga menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum untuk segera membenahi fasilitas bank sampah agar lebih representatif. "Walaupun belum maksimal dengan infrastruktur yang kita miliki, saya akan kasih waktu kepada Kadis PU untuk segera menyelesaikan sesuai gambar yang kita pilih. Minggu depan sudah harus selesai," tegasnya.

"Mari kita jadikan bank sampah ini bukan sekadar program kerja di atas kertas, tetapi gerakan hati dan tindakan nyata kita bersama demi mewujudkan Kota Kendari yang bersih, sehat dan berkelanjutan," tandas Siska.

Follow inisultra.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: terassultra.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks