KENDARI — Program pencegahan dini gangguan keamanan kembali digencarkan Polresta Kendari di lingkungan sekolah. Dua institusi pendidikan menjadi sasaran kegiatan “Polresta Kendari Masuk Sekolah” yang dilaksanakan serentak pada Senin pagi, yakni SMK Negeri 1 Kendari dan SMA Negeri 3 Kendari.
Di SMK Negeri 1 Kendari, Kabagren Polresta Kendari Kompol Muslimin, S.H., bertindak sebagai inspektur upacara. Kegiatan berlangsung pukul 07.00 hingga 07.40 Wita. Sementara di SMA Negeri 3 Kendari, giliran Kasiwas Polresta Kendari Iptu Syarifuddin yang memimpin pelaksanaan upacara pada pukul 08.00 hingga 08.40 Wita.
Arahan yang Disampaikan ke Pelajar
Dalam kesempatan itu, personel yang bertugas menyampaikan sejumlah pesan Kamtibmas. Pesan utama menyasar pencegahan tawuran antarpelajar serta berbagai bentuk kekerasan yang berpotensi merugikan masa depan generasi muda di Kota Kendari.
Para siswa diingatkan untuk mematuhi tata tertib sekolah dan menjaga nama baik almamater masing-masing. Pelajar juga diminta tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang berupaya menyeret mereka ke dalam aksi perkelahian atau tawuran.
Pesan Tegas Kabag Reskrim: Tawuran Bukan Keberanian
Kasatreskrim Polresta Kendari Kompol Welliwanto Malau menegaskan bahwa tindakan perkelahian dan tawuran sama sekali bukan bentuk keberanian ataupun solidaritas. Ia mengingatkan dampak luas dari aksi negatif tersebut bagi individu, keluarga, sekolah, hingga masyarakat.
“Perkelahian dan tawuran bukan merupakan bentuk keberanian ataupun solidaritas. Justru tindakan tersebut dapat merugikan diri sendiri, keluarga, sekolah, bahkan masyarakat,” ujar Kompol Welliwanto Malau.
Selain larangan tawuran, kepolisian menegaskan larangan membawa senjata tajam, benda berbahaya, maupun barang lain yang berpotensi digunakan untuk melukai orang lain di lingkungan sekolah.
Peran Guru dan Pengawasan Sekolah
Polresta Kendari tidak hanya menyasar siswa. Pihak sekolah dan dewan guru turut dilibatkan dalam upaya pencegahan ini. Polisi mengajak para pendidik meningkatkan pengawasan serta membangun komunikasi yang lebih intensif dengan peserta didik.
Para pelajar juga didorong untuk menjauhi kelompok atau geng yang berpotensi memicu tawuran dan tindakan negatif lainnya. Fokus utama yang ditanamkan adalah mengejar prestasi dan membangun cita-cita positif demi masa depan yang lebih baik.
Melalui kegiatan ini, Polresta Kendari berharap kesadaran hukum tertanam sejak dini di kalangan pelajar, sekaligus mencegah aksi kekerasan dan tawuran antarpelajar di Kota Kendari ke depannya.