KOLAKA — Pemerintah Kabupaten Kolaka menjadi pusat perhatian saat menjamu jajaran pimpinan daerah dalam Gala Dinner Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan (Rakortekrenbang) dan Musrenbang Provinsi Sulawesi Tenggara. Acara yang berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Kolaka ini bukan sekadar jamuan formal, melainkan agenda strategis untuk menyatukan visi pembangunan lintas wilayah.
Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, hadir langsung didampingi pejabat pusat dari Inspektur Jenderal Kemendagri dan perwakilan Bappenas. Pertemuan ini turut dihadiri anggota DPR RI dan DPD RI daerah pemilihan Sultra, serta seluruh bupati dan walikota se-Sulawesi Tenggara.
Fokus Sinergi Pembangunan Lintas Wilayah Sultra
Dalam arahannya, Andi Sumangerukka menegaskan bahwa ego sektoral antarwilayah harus ditinggalkan. Menurutnya, sinergi antarwilayah kini menjadi keharusan agar perencanaan pembangunan lebih terarah dan terukur. Target utamanya adalah menjawab kebutuhan riil masyarakat di akar rumput secara efektif.
"Perencanaan pembangunan harus terarah, terukur, dan mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat," ujar Andi Sumangerukka di hadapan para kepala daerah.
Konsolidasi ini diharapkan mampu mempercepat eksekusi program-program prioritas yang selama ini sering terkendala koordinasi antar-level pemerintahan. Suasana informal dalam gala dinner tersebut dimanfaatkan para pengambil kebijakan untuk memecah kebuntuan komunikasi birokrasi.
Potensi Nikel Kolaka Jadi Etalase Ekonomi Daerah
Bupati Kolaka, Amri, menilai forum ini sebagai titik krusial bagi daerahnya untuk menunjukkan peran strategis dalam peta ekonomi nasional. Kolaka kini memposisikan diri bukan hanya sebagai tuan rumah, melainkan motor penggerak melalui sektor pertambangan nikel yang menyokong industri strategis.
“Momentum ini menjadi panggung strategis untuk menyelaraskan program dan memastikan pembangunan berjalan inklusif dan berkelanjutan,” tegas Amri.
Selain nikel, potensi perikanan, pertanian, dan pariwisata juga masuk dalam radar sinkronisasi proyek. Amri menekankan bahwa kehadiran Proyek Strategis Nasional (PSN) di Sulawesi Tenggara harus memberikan dampak nyata pada kesejahteraan warga lokal, bukan sekadar angka pertumbuhan di atas kertas.
Target Capaian Indikator Pembangunan Berkelanjutan
Melalui Rakortekrenbang dan Musrenbang ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara membidik lahirnya gagasan konkret dengan indikator yang jelas. Fokus pengembangan kini mulai bergeser pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pengelolaan sumber daya alam yang lebih berkelanjutan.
Tantangan ke depan diprediksi semakin kompleks, terutama dalam menjaga keseimbangan antara eksploitasi mineral dan kelestarian lingkungan. Pertemuan di Kolaka ini menjadi titik awal untuk memastikan arah baru pembangunan Sultra tetap berada pada jalur yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.