KOLAKA — Pemerintah Kabupaten Kolaka dan PT Vale Indonesia Tbk sepakat memperkuat sinergi untuk menciptakan iklim investasi yang berkelanjutan di wilayah tersebut. Kesepakatan ini menjadi penting mengingat posisi Kolaka sebagai salah satu simpul utama hilirisasi mineral nasional, dengan keberadaan fasilitas HPAL dan smelter pengolahan nikel.
Jaminan 70 Persen Pekerja dari Kolaka
Chief Project Officer PT Vale Indonesia, Muhammad Asril, menegaskan komitmen perusahaan dalam memberdayakan potensi lokal. Salah satu poin utamanya adalah penyerapan tenaga kerja dari wilayah setempat.
"Mengenai karyawan, kami berkomitmen pada porsi 70 persen pekerja lokal dari Kabupaten Kolaka dan kami juga memprioritaskan keterlibatan kontraktor-kontraktor lokal," ujar Asril di Kolaka, Rabu.
Menurutnya, seluruh operasional perusahaan harus memberikan dampak dan manfaat nyata bagi pemerintah daerah dan masyarakat. Ia menekankan pentingnya forum komunikasi semacam ini untuk menentukan prioritas manfaat yang dibutuhkan Pemkab Kolaka.
Pemkab Siapkan Regulasi dan Infrastruktur Pendukung
Bupati Kolaka, Amri, menyambut baik inisiatif dialog yang digagas PT Vale. Ia menyebut kunci keberhasilan pembangunan industri adalah kolaborasi semua pemangku kepentingan.
"Sebagai bagian dari proyek yang sangat strategis ini, kami di daerah memiliki kewajiban untuk mengawal percepatan pembangunan tersebut," kata Amri.
Pemkab Kolaka berkomitmen menghadirkan kepastian regulasi, penyelesaian tata ruang, dukungan infrastruktur, serta menjaga stabilitas sosial. Langkah ini dinilai krusial untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif di daerah.
Keberhasilan Tak Hanya dari Nilai Investasi
Amri menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan industri tidak semata-mata diukur dari besarnya nilai investasi atau kapasitas produksi. Tolok ukur utamanya adalah manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
Manfaat tersebut meliputi terbukanya lapangan kerja bagi putra-putri daerah, tumbuhnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta tersedianya infrastruktur yang dapat dimanfaatkan bersama. Dengan posisi strategis Kolaka di peta hilirisasi nasional, sinergi ini diharapkan mampu mendorong pembangunan yang berkeadilan dan unggul.