Pencarian

Asrun Lio Kembali ke UHO, Harta Eks Sekda Sultra Capai Rp 2,2 Miliar

Kamis, 07 Mei 2026 • 23:01:49 WIB
Asrun Lio Kembali ke UHO, Harta Eks Sekda Sultra Capai Rp 2,2 Miliar
Drs. H. Asrun Lio resmi menjabat dosen Lektor Kepala FKIP UHO mulai 1 Mei 2026.

KENDARI — Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D., resmi mengakhiri masa pengabdiannya di birokrasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan kembali ke lingkungan akademik. Terhitung mulai 1 Mei 2026, ia aktif menjabat sebagai dosen Lektor Kepala pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Halu Oleo (UHO).

Keputusan pengaktifan kembali status akademik ini tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Nomor 11735/M/KPT.KP/2026. Asrun Lio kembali ke kampus setelah posisinya sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra digantikan oleh Muhammad Fadlansyah sebagai Pelaksana Harian.

Lonjakan Harta Kekayaan Asrun Lio Selama Menjabat

Seiring dengan transisi kariernya, data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) mencatat pertumbuhan aset yang mencolok. Pada 2016, saat masih berada di lingkungan kampus, total kekayaan Asrun Lio hanya tercatat sebesar Rp 78 juta.

Berdasarkan laporan periodik 2025 yang diserahkan Februari 2026, angka tersebut melonjak menjadi Rp 2.298.564.123. Kenaikan paling tajam terjadi pada periode 2021 hingga 2022, di mana hartanya tumbuh dari Rp 1,42 miliar menjadi Rp 2,09 miliar hanya dalam setahun.

Berikut adalah rincian pertumbuhan kekayaan Asrun Lio dalam lima tahun terakhir:

  • Tahun 2021: Rp 1.429.788.645
  • Tahun 2022: Rp 2.098.384.251
  • Tahun 2023: Rp 2.118.894.184
  • Tahun 2024: Rp 2.287.543.641
  • Tahun 2025: Rp 2.298.564.123

Rincian Aset: Tanah di Bombana Hingga Kas Rp 975 Juta

Komponen terbesar dari kekayaan mantan orang nomor satu di birokrasi Sultra ini berasal dari aset tidak bergerak. Ia memiliki tanah dan bangunan senilai Rp 880 juta yang tersebar di beberapa lokasi di Kota Kendari serta sebidang tanah seluas 1.350 meter persegi di Kabupaten Bombana senilai Rp 120 juta.

Selain properti, Asrun Lio melaporkan kepemilikan kas dan setara kas sebesar Rp 975 juta. Di sektor transportasi, ia mengoleksi dua unit kendaraan roda empat, yakni Daihatsu Sirion tahun 2016 dan Toyota Yaris tahun 2020 dengan nilai total Rp 280 juta.

Struktur kekayaan ini berubah drastis dibandingkan tahun 2017 saat ia menjabat Sekretaris Senat UHO. Kala itu, asetnya didominasi kendaraan lama seperti Suzuki Vitara 1992 dan sepeda motor Yamaha 2013, dengan posisi kas hanya di angka Rp 30 juta.

Rekam Jejak Birokrasi di Masa Pandemi dan Transisi

Karier Asrun Lio di Pemprov Sultra mencakup fase-fase krusial bagi daerah. Ia menjadi pilar penting saat pemerintahan Gubernur Ali Mazi dan Wakil Gubernur Lukman Abunawas menghadapi tekanan pandemi COVID-19 untuk menjaga stabilitas ekonomi dan kesehatan.

Ia juga sempat mengawal masa transisi kepemimpinan di bawah Penjabat Gubernur Andap Budhi Revianto sebelum akhirnya Gubernur Andi Sumangerukka melakukan perombakan jabatan pada 20 April 2026. Selama periode tersebut, Asrun Lio juga pernah dipercaya menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra.

Kini, dengan status fungsional Lektor Kepala, Asrun Lio sepenuhnya kembali fokus pada tugas-tugas tridarma perguruan tinggi di FKIP UHO. Penempatan kembali ini menandai tuntasnya penugasan birokrasi panjang yang ia jalani selama hampir sepuluh tahun terakhir.

Bagikan
Sumber: telisik.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks