KENDARI — Program literasi kebanksentralan yang digelar Bank Indonesia kali ini menyasar kalangan akademisi. Sebanyak hampir 400 mahasiswa dari UHO, IAIN Kendari, Universitas Muhammadiyah Kendari, STIE 66 Kendari, dan sejumlah kampus lainnya memenuhi Auditorium Mokodompit. Mereka mengikuti kuliah umum dan diskusi soal isu ekonomi serta moneter terkini.
Materi yang Dibahas: Dari Tugas BI hingga Isu Moneter Terkini
Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara, Rahadian Triaji, menjelaskan bahwa peserta mendapat pemahaman tentang posisi Bank Indonesia dalam sistem kelembagaan negara. Materi juga mencakup tugas dan fungsi bank sentral hingga perkembangan ekonomi nasional yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Kami ingin mahasiswa memahami bagaimana peran Bank Indonesia sebagai bank sentral dan bagaimana kebijakan moneter memiliki keterkaitan dengan aktivitas perekonomian sehari-hari,” kata Rahadian usai kegiatan.
Mahasiswa Didorong Jadi Agen Literasi
Rahadian berharap edukasi ini tidak berhenti di ruang kuliah. Ia mendorong peserta untuk menyebarluaskan pemahaman mengenai peran BI kepada lingkungan sekitarnya. “Harapannya semakin banyak mahasiswa yang memahami tugas Bank Indonesia, kemudian dapat membagikan pengetahuan itu kepada lingkungan sekitarnya,” tambahnya.
UHO Apresiasi Program dan Beasiswa BI
Kepala Biro Keuangan dan Umum UHO, Neni Yuniarni Plagi, S.E., M.Si, mewakili Plt. Rektor UHO, menyampaikan apresiasi atas pemilihan kampusnya sebagai lokasi kegiatan. Menurut Neni, pemahaman mahasiswa mengenai tugas dan fungsi Bank Indonesia selama ini masih minim.
“Bank Indonesia memiliki peran yang sangat besar. Dengan kegiatan ini, khususnya mahasiswa dari bidang ekonomi dapat lebih mudah memahami tugas dan fungsi Bank Indonesia,” ujarnya.
Neni juga menyinggung kontribusi BI di dunia pendidikan melalui program beasiswa yang sudah berjalan. Ia berharap sinergi antara BI dan UHO terus berlanjut dalam pengembangan sumber daya manusia. “Mahasiswa adalah calon penerus bangsa. Mereka tidak hanya memperoleh ilmu dari bangku kuliah, tetapi juga mendapatkan pengalaman dan wawasan langsung dari para praktisi,” tutupnya.