Pencarian

500 Warga Garut Bakal Dilatih Kemnaker Kelola Potensi Ekonomi 160 Hektare Hutan Sosial

Minggu, 10 Mei 2026 • 23:00:01 WIB
500 Warga Garut Bakal Dilatih Kemnaker Kelola Potensi Ekonomi 160 Hektare Hutan Sosial
warga Desa Karamatwangi, Garut, siap mengikuti pelatihan pengelolaan hutan sosial oleh Kemnaker.

GARUT — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mulai memetakan pengembangan ekonomi masyarakat pedesaan melalui program pelatihan agroforestry terintegrasi. Langkah ini menyasar warga di Desa Karamatwangi, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, yang memiliki aset kawasan hutan sosial cukup luas namun belum tergarap maksimal.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menginstruksikan jajarannya untuk segera mendata calon peserta agar program ini tepat sasaran. Fokus utama kegiatan ini adalah memberikan keterampilan teknis bagi masyarakat agar mampu mengelola sumber daya alam secara mandiri dan berkelanjutan.

“Kami dari Kemnaker siap melatih 500 orang. Silakan Pak Kades (Karamatwangi) dibuatkan data dan daftar peserta pelatihannya,” ujar Yassierli saat berdialog dengan petani Papandayan di Garut, Jawa Barat, Sabtu (9/5/2026).

Cakupan Materi: Kopi, Hortikultura, hingga Sektor Pariwisata

Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada satu komoditas, melainkan dirancang secara komprehensif dari hulu hingga hilir. Di sektor agroforestry, warga akan dibekali keahlian budidaya kopi, teknik pengolahan pascapanen, proses penyangraian (roasting), hingga keterampilan menjadi barista profesional.

Selain kopi, Kemnaker menyiapkan kurikulum pelatihan hortikultura untuk memperkuat sektor pertanian produktif. Peserta akan diajarkan teknik budidaya kentang dan cabai yang menjadi komoditas unggulan di wilayah dataran tinggi Garut.

Pemerintah juga melirik potensi wisata alam Desa Karamatwangi dengan menyertakan materi hospitality dan tour guide. Upaya ini bertujuan agar warga lokal tidak hanya menjadi penonton, tetapi berperan aktif sebagai pengelola destinasi wisata berbasis pertanian di daerah mereka sendiri.

Membangun Desa Percontohan Ekonomi Berbasis Hutan

Yassierli menegaskan bahwa pemilihan Desa Karamatwangi didasari oleh kuatnya komitmen pemerintah desa serta ketersediaan lahan yang mendukung. Integrasi pelatihan ini diharapkan mampu menekan angka pengangguran dengan membuka ruang usaha baru bagi warga yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan tetap.

“Pelatihan ini kami desain agar terintegrasi dari hulu sampai hilir, sehingga masyarakat tidak hanya memiliki keterampilan kerja, tetapi juga peluang usaha dari potensi desa yang ada,” katanya.

Target jangka panjang dari program ini adalah menjadikan Karamatwangi sebagai desa percontohan nasional. Model pengembangan ekonomi berbasis agroforestry ini nantinya bisa direplikasi oleh desa-desa lain di Indonesia yang memiliki karakteristik wilayah serupa.

Rekam Jejak Program Pelatihan di Wilayah Cisurupan

Intervensi Kemnaker di wilayah Kecamatan Cisurupan sebenarnya telah dimulai secara bertahap sejak tahun 2025. Sebelumnya, sebanyak 64 peserta dari beberapa desa telah mengikuti pelatihan berbasis potensi lokal untuk memperkuat rantai produksi kopi.

Berdasarkan data kementerian, pada 2025 pelatihan difokuskan di Desa Genengjaya untuk budidaya kopi dan Desa Cipaganti untuk teknik penyangraian biji kopi. Memasuki tahun 2026, cakupan wilayah diperluas ke Desa Karamatwangi dan Desa Simpang.

Melalui penambahan kuota hingga 500 peserta tahun ini, pemerintah berharap skala ekonomi di tingkat desa dapat tumbuh lebih cepat. Keberadaan ekosistem usaha lokal yang didukung oleh tenaga kerja terampil diharapkan mampu menciptakan kemandirian ekonomi bagi petani di kaki Gunung Papandayan tersebut.

Bagikan
Sumber: radarkendari.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks