KENDARI — BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah IX bersama BPJS Kesehatan Cabang Kendari menggelar Media Workshop pada Selasa (12/5/2026). Forum ini menjadi ruang diskusi terbuka antara BPJS Kesehatan dan media massa di Sulawesi Tenggara untuk mendukung keberlanjutan Program JKN.
Deputi Direksi Wilayah IX BPJS Kesehatan, Asyraf Mursalina, menekankan bahwa media bukan sekadar penyampai informasi. “Media memiliki posisi penting dalam menghadirkan informasi yang akurat dan berimbang mengenai implementasi Program JKN kepada masyarakat,” ujarnya.
Lonjakan Peserta Aktif Capai 86,41 Persen
Dalam workshop tersebut, BPJS Kesehatan memaparkan data kepesertaan per 1 Mei 2026. Jumlah penduduk yang terdaftar sebagai peserta JKN mencapai 2.887.470 jiwa atau setara 100,38 persen dari total penduduk Sulawesi Tenggara.
Sementara itu, peserta aktif tercatat sebanyak 2.485.553 jiwa atau sekitar 86,41 persen. Asyraf menilai capaian ini tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara dalam memperluas cakupan dan menjaga keaktifan peserta.
“Kolaborasi antara BPJS Kesehatan dan Pemerintah Daerah berjalan sangat baik. Dukungan pemerintah daerah memiliki peran besar dalam memastikan masyarakat memperoleh perlindungan jaminan kesehatan,” ungkapnya.
Penyakit Katastropik Jadi Tantangan Baru
Selain membahas kepesertaan, BPJS Kesehatan menyoroti meningkatnya kasus penyakit katastropik seperti jantung, kanker, dan stroke. Kondisi ini menjadi tantangan serius dalam pembiayaan layanan kesehatan nasional.
Menurut Asyraf, penguatan upaya promotif dan preventif harus menjadi perhatian bersama. “Upaya pencegahan harus menjadi fokus bersama agar beban pembiayaan dapat lebih terkendali dan keberlanjutan Program JKN tetap terjaga,” tutupnya.
Media workshop ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara BPJS Kesehatan dan insan pers. Tujuannya, agar informasi tentang JKN bisa menjangkau masyarakat lebih luas dan tepat sasaran.