KENDARI — Sebanyak 5,5 ton gabah berhasil dipanen di lahan pertanian Kelurahan Amohalo yang sebelumnya sempat terendam banjir. Panen raya itu menjadi sinyal awal pemulihan sektor pangan di Kota Kendari pasca-bencana yang merendam ratusan hektare sawah.
Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, bersama Walikota Kendari, Siska Karina Imran, turun langsung ke sawah pada kegiatan yang digelar baru-baru ini. Dalam sambutannya, Siska menegaskan bahwa bantuan yang disalurkan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Kendari serta dukungan Kementerian Pertanian.
Bantuan Rp 50 Juta untuk Pupuk dan Rencana Tambahan 235 Ton Benih
Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari, Amran Ismail, merinci bantuan yang sudah diserahkan kepada petani berupa 50 karung pupuk NPK dan Urea dengan berat masing-masing 50 kilogram. Total anggaran pengadaan bantuan pupuk ini mencapai Rp 50 juta, dengan estimasi harga satuan Rp 800.000 per sak.
Amran menambahkan bahwa bantuan dari pemerintah pusat belum berhenti di situ. Dalam waktu dekat, Kementerian Pertanian akan mengirimkan tambahan benih padi sebanyak 235 ton yang disiapkan khusus untuk musim tanam kedua tahun 2026.
“Pasokan benih ini mencakup kebutuhan reguler dan pengganti tanaman di lahan yang rusak akibat banjir,” ujar Amran. Selain benih, pupuk tambahan dari pusat juga dijadwalkan tiba untuk menjamin ketersediaan sarana produksi pertanian.
75 Hektare Sawah di Kendari Alami Puso Akibat Banjir
Berdasarkan data Dinas Pertanian Kota Kendari, total luasan lahan pertanian yang terpantau di wilayah tersebut mencapai 355 hektare. Dari jumlah itu, sekitar 75 hektare dinyatakan mengalami kerusakan parah atau puso akibat terendam air cukup lama.
Walikota Siska Karina Imran menyebutkan bahwa lahan yang sudah surut airnya kini mulai menunjukkan hasil. “Alhamdulillah, hari ini kita bisa memanen sekitar 5,5 ton gabah di lahan yang terdampak namun airnya sudah surut. Kami berharap lahan-lahan lain yang masih tergenang air segera pulih,” katanya.
Forkopimda Turun Tangan, Target Ketahanan Pangan Daerah
Kegiatan panen raya dan penyerahan bantuan itu dihadiri langsung oleh Komandan Kodim 1417, Ketua DPRD Provinsi Sultra, Ketua DPRD Kota Kendari, Wakil Walikota Kendari, Sekda Kota Kendari, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat. Kehadiran lintas instansi itu menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga ketahanan pangan daerah pasca-bencana.
Siska menambahkan bahwa bantuan ini diprioritaskan bagi kelompok tani yang lahannya paling parah terdampak banjir. “Semoga hasil panen ke depan semakin melimpah dan bantuan ini benar-benar bermanfaat besar bagi kesejahteraan para petani,” ujarnya.
Dengan potensi rata-rata hasil panen mencapai 5,5 ton per hektare di lahan produktif, pemerintah optimistis produksi padi di Kendari akan kembali normal pada musim tanam mendatang.