KENDARI — Di tengah tren kenaikan angka pengangguran di sejumlah daerah perkotaan Sultra, Konawe Kepulauan (Konkep) justru mencatatkan serapan tenaga kerja paling stabil. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra per Januari 2026 menunjukkan TPT Konkep hanya naik tipis dari 1,51 persen pada Agustus 2024 menjadi 1,52 persen pada data 2025.
Angka ini bahkan lebih rendah dari rata-rata TPT provinsi yang mencapai 3,31 persen pada 2025. Posisi kedua ditempati Kabupaten Kolaka Utara dengan TPT 1,62 persen, disusul Buton Utara yang berhasil menekan angka pengangguran dari 2,13 persen menjadi 1,98 persen.
Daerah dengan Penurunan TPT Paling Signifikan
Beberapa kabupaten lain juga mencatat perbaikan. Buton Selatan misalnya, berhasil menurunkan TPT cukup dalam dari 3,48 persen pada 2024 menjadi 2,92 persen pada 2025. Kolaka juga turun dari 2,59 persen menjadi 2,25 persen, sementara Konawe turun tipis ke 2,81 persen.
Kota Baubau hanya mencatat penurunan marjinal dari 3,99 persen menjadi 3,95 persen. Meski masih di atas rata-rata provinsi, trennya setidaknya tidak memburuk.
Kota Kendari dan Konawe Utara: Lonjakan Pengangguran Paling Tajam
Namun, cerita berbeda terjadi di wilayah perkotaan. Kota Kendari menempati posisi teratas dengan TPT 5,94 persen—naik dari 5,67 persen pada tahun sebelumnya. Kenaikan paling mencolok justru dialami Kabupaten Konawe Utara yang melonjak dari 2,40 persen menjadi 3,99 persen dalam setahun.
Kabupaten Bombana juga naik signifikan dari 1,43 persen menjadi 2,52 persen. Sementara Wakatobi naik dari 3,02 persen menjadi 3,82 persen. Lonjakan ini mengindikasikan adanya masalah struktural di pasar tenaga kerja daerah, terutama di sektor yang sebelumnya menjadi penopang utama.
TPT Provinsi Naik Tipis, Jadi Peringatan bagi Pemda
Secara agregat, TPT Sultra pada 2025 tercatat 3,31 persen, naik tipis dari 3,09 persen pada 2024. Meski kenaikan ini tergolong kecil, data BPS menunjukkan ketimpangan yang kian melebar antara daerah dengan serapan tenaga kerja tinggi dan wilayah perkotaan yang justru kesulitan menyediakan lapangan kerja.
Data ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah kabupaten dan kota dalam merumuskan kebijakan perluasan lapangan kerja. Wilayah dengan tren kenaikan seperti Kendari dan Konawe Utara perlu mendapat perhatian khusus, terutama dalam hal peningkatan kualitas sumber daya manusia dan iklim investasi lokal.