KENDARI — Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 menjadi panggung bagi Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Sulawesi Tenggara untuk menggugah kesadaran publik. Bukan sekadar seremoni, momen ini digunakan untuk menekankan urgensi adaptasi dan partisipasi aktif di era digital.
Seruan untuk Bertransformasi di Ruang Digital
Dalam kegiatan yang digelar di Kendari, Kanwil Kemenkum Sultra mendorong agar semangat kebangkitan bangsa tidak luntur oleh kemajuan teknologi. Pihaknya menekankan bahwa era digital bukan hanya tentang kecepatan akses informasi, melainkan juga tentang bagaimana warga negara bisa berkontribusi positif.
"Kebangkitan bangsa di era digital berarti kita tidak boleh menjadi penonton. Setiap individu harus mampu memanfaatkan teknologi untuk hal-hal produktif dan memperkuat identitas nasional," demikian pesan yang mengemuka dalam peringatan tersebut.
Refleksi Sejarah di Tengah Gempuran Teknologi
Peringatan Harkitnas tahun ini di Sulawesi Tenggara menjadi pengingat bahwa nilai-nilai perjuangan masa lalu tetap relevan. Kanwil Kemenkum setempat mengajak masyarakat untuk merefleksikan kembali semangat persatuan yang dulu digelorakan para pendiri bangsa.
Pesan ini dinilai krusial di tengah maraknya hoaks dan polarisasi yang kerap terjadi di platform digital. Seruan kebangkitan di era digital diharapkan mampu menjadi filter bagi masyarakat dalam menyaring informasi dan memperkuat solidaritas sosial.
Peran Aktif Warga Sultra di Era Digital
Melalui kegiatan ini, Kanwil Kemenkum Sultra menegaskan bahwa kebangkitan bangsa tidak lagi hanya diukur dari perlawanan fisik, tetapi juga dari kemampuan beradaptasi dan berinovasi. Masyarakat diajak untuk menjadi pribadi yang melek hukum dan bijak dalam bermedia sosial.
Kegiatan yang berlangsung di Kendari ini menjadi salah satu upaya untuk menanamkan kesadaran bahwa transformasi digital adalah keniscayaan. Semangat Harkitnas 2026 menjadi momentum bagi warga Sulawesi Tenggara untuk bangkit bersama, menjadikan teknologi sebagai alat pemersatu, bukan pemecah belah.