SULAWESI TENGGARA — Fenomena tagihan listrik yang membengkak dalam beberapa pekan terakhir bukan sekadar kesalahan sistem atau kenaikan tarif. Manajemen PT PLN (Persero) mengungkapkan bahwa penyebab utamanya justru berasal dari kebiasaan konsumsi listrik masyarakat itu sendiri yang berubah drastis.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan bahwa cuaca panas yang berkepanjangan menjadi pemicu paling dominan. "Suhu udara yang lebih panas dari biasanya membuat pelanggan menyalakan AC lebih lama dan pada suhu yang lebih rendah. Ini secara langsung meningkatkan konsumsi daya secara eksponensial," ujarnya dalam keterangan resmi, pekan lalu.
AC dan Aktivitas di Rumah Jadi Biang Kerok
Selain faktor cuaca, pola bekerja dan belajar dari rumah yang masih berlangsung turut menyumbang lonjakan pemakaian listrik. Aktivitas seperti memasak, menyetrika, menonton televisi, hingga penggunaan komputer dalam durasi lebih panjang membuat konsumsi energi harian naik hingga dua kali lipat dibandingkan saat semua anggota keluarga beraktivitas di luar rumah.
PLN mencatat, rata-rata konsumsi listrik rumah tangga pada kuartal pertama tahun ini naik sekitar 8-12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini terjadi di seluruh golongan tarif, terutama pada pelanggan rumah tangga daya 1.300 VA ke atas yang cenderung memiliki banyak perangkat elektronik.
Mengapa Tagihan Bisa Melonjak Drastis?
Banyak pelanggan mengeluhkan tagihan yang tiba-tiba membengkak hingga 30-50 persen. PLN memastikan hal ini bukan karena kesalahan pencatatan meter, melainkan karena sistem pembacaan meter digital (AMI) yang kini lebih akurat. Sebelumnya, pencatatan manual seringkali merata-ratakan pemakaian, sehingga fluktuasi konsumsi harian tidak terlihat jelas.
Dengan sistem baru, setiap pemakaian listrik tercatat secara real-time. "Jadi, jika pelanggan menyalakan AC 12 jam sehari saat cuaca panas, sistem akan menagih sesuai pemakaian riil tersebut. Tidak ada lagi subsidi silang dari pemakaian rendah ke pemakaian tinggi seperti pada sistem lama," tambah Darmawan.
Langkah PLN dan Tips Menghemat Listrik
PLN mengimbau pelanggan untuk lebih bijak menggunakan perangkat elektronik. Beberapa langkah sederhana yang disarankan antara lain mengatur suhu AC pada 24-25 derajat Celcius, mencabut charger atau perangkat elektronik yang tidak digunakan, serta menggunakan timer pada peralatan listrik.
Bagi pelanggan yang ingin memantau pemakaian secara mandiri, PLN menyediakan aplikasi PLN Mobile yang menampilkan konsumsi listrik harian secara transparan. Dengan begitu, pelanggan bisa mengantisipasi lonjakan tagihan sebelum akhir bulan.
Fenomena kenaikan tagihan ini menjadi pengingat bahwa perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari, terutama saat cuaca ekstrem, bisa berdampak besar pada pengeluaran rumah tangga. PLN berkomitmen terus meningkatkan akurasi layanan dan transparansi informasi kepada seluruh pelanggan di Indonesia.