RAHA — Kawasan pesisir Kota Raha yang membentang dari depan Polres hingga Pelabuhan Laino bakal berubah wajah. Pemkab Muna bersama Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae mengusulkan pengembangan kawasan itu menjadi pusat wisata terpadu yang mencakup kuliner, olahraga, atraksi seni, hingga wisata religi.
Usulan resmi telah dilayangkan ke Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PU pada awal 2026. Ridwan Bae kemudian menindaklanjuti dengan mendatangkan tim dari Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sulawesi Tenggara bersama Direktorat Pengembangan Kawasan Strategis untuk meninjau langsung lokasi.
Rp 100 Miliar untuk Penataan dan Infrastruktur Pendukung
Kepala Dinas PUPR Muna Mustajab mengungkapkan estimasi anggaran penataan kawasan mencapai Rp 100 miliar. Angka itu sudah termasuk perbaikan kolam renang dan gedung Sarana Olahraga (SOR) La Ode Pandu yang berada di kawasan tersebut.
Saat ini tim teknis tengah menyusun sejumlah dokumen prasyarat, antara lain studi kelayakan (feasibility study), dokumen lingkungan, dan Detail Engineering Design (DED). Bupati Muna Bachrun Labuta memastikan seluruh persyaratan administrasi seperti bisnis plan dan AMDAL sudah disiapkan untuk mempercepat proses realisasi.
Pengaman Pantai SOR Berlanjut, Akses Jalan Diperjuangkan
Progres fisik di kawasan SOR La Ode Pandu sudah berjalan. Tahun ini, pembangunan pengaman pantai di area tersebut dilanjutkan dengan anggaran sekitar Rp 14 miliar. Selain itu, Ridwan Bae tengah memperjuangkan usulan pengaspalan akses jalan SOR sepanjang 1,5 kilometer senilai Rp 9,3 miliar melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD).
"Kawasan wisata terpadu itu akan menjadi ikon baru Muna yang dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, membuka lapangan kerja, menggerakkan UMKM serta mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan," kata Bachrun, Jumat (5/6/2026).
Integrasi Budidaya Perikanan dan Atraksi Budaya
Konsep kawasan terpadu tidak hanya berfokus pada wisata pantai. Rencananya, area seluas 27 hektare itu akan mencakup pusat kuliner, arena olahraga, pusat atraksi seni dan budaya, serta kawasan budidaya perikanan yang terintegrasi. Bachrun menyebut semua sektor itu dirancang saling mendukung untuk menggerakkan ekonomi lokal.
Mustajab menambahkan, di tengah tekanan efisiensi anggaran, Pemkab Muna tetap berupaya memberikan pelayanan infrastruktur melalui kombinasi APBD, APBD Provinsi Sultra, dan APBN. "Apa yang dilakukan Pemkab dibutuhkan kolaborasi semua pihak," tandasnya.