SULAWESI TENGGARA — PT Pegadaian (Persero) mencatatkan kenaikan harga untuk seluruh produk emasnya. Mengutip laman Sahabat Pegadaian, harga emas Antam naik Rp 21.000 menjadi Rp 2.818.000 per gram dari posisi sebelumnya Rp 2.797.000 per gram. Emas UBS juga ikut terdorong naik Rp 33.000 ke level Rp 2.709.000 per gram. Sementara itu, Galeri24 tercatat paling murah di antara ketiganya, yakni Rp 2.696.000 per gram, naik Rp 33.000 dari harga kemarin.
Kenaikan ini bersifat dinamis dan bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan pasar. Untuk diketahui, emas Antam di Pegadaian hanya tersedia hingga ukuran 100 gram, sedangkan UBS dan Galeri24 bisa dibeli hingga 500 gram dan 1 kilogram.
Daftar Harga Lengkap: Dari 0,5 Gram hingga 1 Kilogram
Berikut rincian harga emas Pegadaian per 13 Juni 2026 untuk setiap pecahan:
Galeri24
0,5 gram Rp 1.414.000 | 1 gram Rp 2.696.000 | 2 gram Rp 5.326.000 | 5 gram Rp 13.219.000 | 10 gram Rp 26.368.000 | 25 gram Rp 65.563.000 | 50 gram Rp 131.022.000 | 100 gram Rp 261.915.000 | 250 gram Rp 653.178.000 | 500 gram Rp 1.306.354.000 | 1.000 gram Rp 2.612.707.000.
Antam
0,5 gram Rp 1.462.000 | 1 gram Rp 2.818.000 | 2 gram Rp 5.573.000 | 3 gram Rp 8.333.000 | 5 gram Rp 13.853.000 | 10 gram Rp 27.649.000 | 25 gram Rp 68.991.000 | 50 gram Rp 137.899.000 | 100 gram Rp 275.717.000.
UBS
0,5 gram Rp 1.464.000 | 1 gram Rp 2.709.000 | 2 gram Rp 5.376.000 | 5 gram Rp 13.283.000 | 10 gram Rp 26.426.000 | 25 gram Rp 65.936.000 | 50 gram Rp 131.600.000 | 100 gram Rp 263.097.000 | 250 gram Rp 657.549.000 | 500 gram Rp 1.313.545.000.
Tekanan Global: Suku Bunga Tinggi dan Inflasi yang Membandel
Kenaikan harga di dalam negeri ini kontras dengan pergerakan emas dunia. Mengutip CNBC, harga emas spot justru bergerak menuju penurunan mingguan kedua berturut-turut, melemah sekitar 2,4% secara mingguan ke level US$ 4.225,73 per ounce. Penyebab utamanya: ekspektasi bahwa suku bunga Amerika Serikat akan tetap tinggi, bahkan berpotensi naik lagi.
Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist Zaner Metals, Peter Grant, menilai tekanan terhadap emas berasal dari kekhawatiran inflasi yang masih bertahan lama. "Saya pikir inflasi akan bertahan untuk beberapa waktu, bahkan jika harga minyak turun. Kita sudah pernah mendengar cerita seperti ini sebelumnya dan masih ada tingkat skeptisisme tertentu di pasar," kata Grant.
Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh prospek meredanya konflik di kawasan Teluk. Harga minyak dunia turun lebih dari 2% setelah muncul laporan potensi kesepakatan antara AS dan Iran. Namun, kantor berita Fars dari Iran membantah spekulasi tersebut.
Daya Tarik Emas Luntur di Tengah Suku Bunga Tinggi
Secara tradisional, emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Namun, ketika suku bunga naik, logam mulia ini kehilangan daya tariknya karena tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi. Berdasarkan alat pemantau CME FedWatch, peluang The Fed menaikkan suku bunga lagi sebelum akhir tahun mencapai 57%.
Data ekonomi AS pekan ini memperkuat ekspektasi tersebut. Harga produsen (PPI) Mei tercatat naik lebih tinggi dari perkiraan, sementara inflasi konsumen (CPI) kembali melonjak di atas 4%. Perhatian investor kini tertuju pada rapat Federal Reserve pada 16–17 Juni—rapat pertama yang dipimpin Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh. Bank investasi UBS bahkan memperingatkan harga emas bisa tertekan ke kisaran US$ 3.850–US$ 4.000 per ounce dalam jangka pendek jika pemangkasan suku bunga terus tertunda.