SULAWESI TENGGARA — General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, mengungkapkan bahwa total pelanggan sektor agrikultur kini mencapai 4.280 pelanggan. Jumlah ini melesat dari 3.911 pelanggan pada periode yang sama di tahun sebelumnya. Seiring bertambahnya pelanggan, total daya terpasang ikut naik dari 194.949 kiloVolt Ampere (kVA) menjadi 206.312 kVA.
"Angka ini menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap pemanfaatan energi listrik untuk mendukung kegiatan produktif di sektor agrikultur," kata Edyansyah di Makassar, Selasa.
Mengapa Petani Kini Beralih ke Listrik?
Program Electrifying Agriculture menjadi kunci di balik pergeseran ini. PLN tidak sekadar menyambungkan kabel, melainkan menawarkan solusi untuk menekan biaya produksi. Dengan tarif listrik yang kompetitif dan pasokan yang andal, petani bisa mengoperasikan pompa irigasi, mesin penggiling, hingga alat pendingin hasil panen tanpa bergantung pada bahan bakar minyak (BBM) yang harganya fluktuatif.
Menurut Edyansyah, inisiatif ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. "Ketika petani lebih produktif dan biaya produksi semakin efisien, maka daya saing sektor pertanian juga akan semakin kuat," ujar dia.
Dari Pompa Irigasi hingga Swasembada Pangan
Dampak dari elektrifikasi ini langsung dirasakan di lapangan. Sistem irigasi yang tadinya bergantung pada pompa diesel kini bisa berjalan lebih stabil dan murah. Teknologi pertanian modern seperti greenhouse berventilasi otomatis atau mesin penetas telur pun semakin mudah diakses.
PLN menyebut program ini sebagai bentuk Creating Shared Value (CSV), di mana manfaatnya dirasakan bersama oleh petani, lingkungan, dan perekonomian daerah. "Dari kebun-kebun yang kini semakin produktif, listrik menjadi energi yang menggerakkan masa depan. Menghidupkan harapan petani, memperkuat ketahanan pangan, dan menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat," tutup Edyansyah.
Dengan tambahan 369 pelanggan baru hanya dalam setahun, tren elektrifikasi di sektor agrikultur Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat diprediksi akan terus meningkat. PLN optimistis langkah ini mampu mempercepat transformasi pertanian tradisional menuju era yang lebih modern dan berkelanjutan.