Pencarian

Penguin Colony, Game Horor Lovecraft dari Pengembang Umurangi Generation, Rilis 2026

Minggu, 12 Juli 2026 • 11:16:01 WIB
Penguin Colony, Game Horor Lovecraft dari Pengembang Umurangi Generation, Rilis 2026
Pengembang Umurangi Generation umumkan game horor Lovecraft bertajuk Penguin Colony rilis 2026.

SULAWESI TENGGARA — Studio independen ORIGAME DIGITAL kembali dengan proyek ambisius. Setelah Umurangi Generation yang memenangkan penghargaan pada 2020, pendiri Naphtali Faulkner kini mengerjakan Penguin Colony. Game ini bukan sekadar horor Lovecraft biasa, melainkan sebuah kritik sosial yang dibungkus dalam narasi surealis.

Bukan Sekadar Horor Lovecraft Biasa

Faulkner menjelaskan bahwa Penguin Colony adalah "upaya tulus untuk menghadirkan kebangkitan Lovecraft." Ia sengaja mengambil gaya eksperimental dan aneh khas era PS2. Alih-alih mengadaptasi mitos Cthulhu secara dangkal, game ini justru membedah akar permasalahan dari karya H.P. Lovecraft: rasisme dan pseudosains yang tertanam dalam tulisannya.

"Kami membaca tidak hanya karya fiksi Lovecraft, tetapi juga tulisan politiknya di The Conservative," ujar Faulkner dalam wawancara dengan Engadget. Menurutnya, tidak mengherankan jika penulis yang mempopulerkan "ketakutan terhadap hal yang tidak diketahui" adalah seorang xenofob. Daripada menafsirkan ulang Lovecraft menjadi sesuatu yang tidak sesuai aslinya, tim ingin kembali ke masa lalu yang membentuk tulisan-tulisan tersebut dan meneliti temanya.

Dua Perspektif: Penjajah dan Penjaga

Yang membedakan Penguin Colony dari adaptasi Lovecraft lain adalah sudut pandangnya. Pemain tidak akan menjadi protagonis heroik, melainkan seekor penguin yang menjadi "wadah netral" untuk cerita. Naratornya adalah seorang pria yang terlibat dalam ekspedisi kolonial, tidak sadar akan posisinya dalam sejarah.

Game ini menyajikan perspektif ganda. Di satu sisi, pemain melihat ekspedisi melalui mata pria yang "bersekongkol dan tidak sadar." Di sisi lain, perspektif Kaitiaki (penjaga) menawarkan sejarah berbeda yang telah diwariskan secara turun-temurun. "Kami kemudian melihat perspektif tandingan dari Kaitiaki, yang menyajikan sejarah berbeda yang telah diwariskan selama beberapa generasi," jelas Faulkner.

Inspirasi dari Bloodborne dan Happy Feet

Ide awal Penguin Colony justru muncul dari film anak-anak. "Sketsa awal Penguin Colony dibuat setelah menonton Happy Feet bersama putri saya. Konsep membiarkan pemain meluncur di atas es sangat menarik," kata Faulkner. Namun, perjalanan kreatifnya berubah drastis setelah ia memainkan Bloodborne sepuluh tahun lalu.

Game FromSoftware itu membuka matanya tentang potensi genre horor kosmik. Saat itu, Faulkner sedang mempelajari sejarah kolonialisme dan menyadari kesamaan antara "ketidakpedulian kosmik" dan "ketidakpedulian kolonial." Kekaisaran kolonial menghancurkan pengetahuan manusia tanpa rasa khawatir, sama seperti dewa-dewa kuno dalam mitos Lovecraft yang menghancurkan atau memperbudak manusia tanpa peduli.

Tim Pengembangan dan Target Rilis

Proyek ini sebagian besar digarap sendiri oleh Faulkner, dengan tambahan kontraktor dan seniman tamu yang sebagian besar adalah penduduk asli (indigenous people). Game ini sudah dikerjakan penuh waktu selama dua tahun. Belum ada tanggal rilis pasti, namun Penguin Colony direncanakan hadir untuk platform konsol dan PC.

Bagi penggemar Umurangi Generation atau pencinta narasi horor yang tidak biasa, Penguin Colony layak masuk wishlist. Game ini tidak hanya menawarkan gameplay meluncur di es, tetapi juga pengalaman bercerita yang jarang ditemui di industri game mainstream.

Bagikan
Sumber: engadget.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks