Pencarian

SMPN 9 Kendari Ajak Orang Tua Siswa Susun Aturan Disiplin Sekolah dan Pembatasan Penggunaan HP

Selasa, 14 Juli 2026 • 20:59:01 WIB
SMPN 9 Kendari Ajak Orang Tua Siswa Susun Aturan Disiplin Sekolah dan Pembatasan Penggunaan HP
SMPN 9 Kendari menggelar forum sosialisasi bersama orang tua siswa untuk menyusun aturan disiplin sekolah dan pembatasan penggunaan telepon genggam (HP).

KENDARI — SMPN 9 Kendari resmi menerapkan kebijakan baru yang mengatur penggunaan telepon genggam (HP) bagi siswa, hasil dari forum sosialisasi bersama orang tua pada hari pertama MPLS tahun ajaran 2026/2027. Aturan ini membolehkan siswa membawa HP ke sekolah, namun penggunaannya dibatasi ketat.

Kepala SMPN 9 Kendari, Hajar Malani, menjelaskan bahwa HP hanya boleh digunakan saat proses pembelajaran dan atas instruksi guru. Setelah pelajaran selesai, seluruh perangkat harus dikumpulkan kepada wali kelas.

"Pertemuan ini bertujuan membangun kerja sama antara sekolah dan orang tua. Pendidikan tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah, tetapi harus melibatkan semua pihak agar pembentukan karakter dan kedisiplinan anak berjalan dengan baik," ujar Hajar, Selasa (14/7/2026).

Mengapa Sekolah Perlu Membatasi HP?

Menurut Hajar, penggunaan HP yang tidak terkontrol selama ini terbukti mengganggu konsentrasi belajar siswa. Sekolah ingin menciptakan lingkungan yang lebih kondusif sekaligus membiasakan peserta didik hidup disiplin.

Pembatasan ini bukan tanpa celah darurat. Sekolah telah menyiapkan mekanisme komunikasi khusus. Jika siswa sakit atau harus pulang lebih awal, pihak sekolah akan menghubungi orang tua. Sebaliknya, orang tua dapat menghubungi wali kelas atau pihak sekolah untuk menanyakan informasi anaknya.

Apa Saja Materi yang Diberikan Selama MPLS?

Selain pengenalan lingkungan sekolah, siswa juga akan menerima materi tentang pencegahan perundungan, bahaya penyalahgunaan narkoba, serta pendidikan karakter. Materi ini disampaikan oleh narasumber dari kepolisian dan instansi terkait sesuai bidang keahliannya.

Ketua Komite SMPN 9 Kendari, Nurdin Tinggila, menekankan pentingnya komunikasi dua arah antara sekolah dan orang tua. Menurutnya, komunikasi yang baik menjadi kunci menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi siswa selama mengikuti proses pendidikan.

"Harapan kami komunikasi antara sekolah dengan orang tua terus terjalin dengan baik, sehingga setiap permasalahan yang dihadapi anak dapat dikomunikasikan dan diselesaikan bersama," katanya.

Respons Orang Tua: Setuju dengan Syarat

Salah seorang orang tua siswa, Safiuddin, mengapresiasi forum kolaborasi ini. Ia menilai pembatasan penggunaan HP merupakan langkah positif untuk meningkatkan konsentrasi belajar. Namun, ia berharap siswa tetap diperbolehkan membawa alat komunikasi dengan pengawasan sekolah agar koordinasi dengan orang tua tetap berjalan saat dibutuhkan.

Hajar menegaskan, seluruh kebijakan yang diterapkan akan dievaluasi secara berkala. Apabila pelaksanaannya belum berjalan maksimal, sekolah akan melakukan perbaikan agar aturan yang telah disepakati dapat diterapkan secara konsisten oleh seluruh warga sekolah.

Bagikan
Sumber: telisik.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks