SULAWESI TENGGARA — Sepanjang tahun lalu, PHI memproduksi minyak rata-rata 44,42 ribu barel per hari (MBOPD), setara 107,29% dari target RKAP. Sementara produksi gas mencapai rata-rata 536,72 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), atau 101,34% dari target. Realisasi ini diumumkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta, Selasa (3/6/2026).
Direktur Utama PHI, Sunaryanto, yang akrab disapa Anto, menyebut pencapaian ini didorong oleh strategi investasi selektif dan optimalisasi sumur. "Kami terus berinvestasi di industri hulu migas nasional sejalan dengan visi perusahaan serta komitmen Pertamina Hulu Energi dan Pertamina (Persero) untuk menyediakan energi berkelanjutan bagi Indonesia," ujarnya dalam keterangan resmi.
Cadangan Baru Melonjak, Sumur Dibor Masif
Tak hanya produksi, PHI juga mencatatkan lonjakan cadangan migas kategori 1P (terbukti) sebesar lebih dari 70 juta barel setara minyak. Angka itu mencapai 193% dari target RKAP 2025. Keberhasilan ini ditopang oleh pengeboran 146 sumur pengembangan, 619 kegiatan workover, dan 9.783 kegiatan well service sepanjang tahun.
Dalam lima tahun terakhir, PHI telah mengebor 13 sumur eksplorasi dan 517 sumur pengembangan di wilayah Kalimantan. Seluruh kegiatan itu, menurut Anto, tetap mengedepankan aspek keselamatan dan keandalan operasi. Hasilnya, perusahaan mencatat nihil kecelakaan (NoA) dan angka Total Recordable Incident Rate (TRIR) sebesar 0,14—di bawah batas toleransi 0,19.
Efisiensi Biaya dan Kinerja Keuangan Moncer
Pemegang saham mayoritas, PT Pertamina Hulu Energi (PHE), memberikan apresiasi khusus terhadap pengendalian biaya. Direktur Eksplorasi PHE, Muharram Jaya Panguriseng, menilai PHI berhasil menjaga operational cost dan production cost di bawah target. "Kinerja PHI tahun 2025 sangat baik, khususnya pada aspek HSSE, capaian produksi, dan lifting yang melampaui target," katanya.
Auditor eksternal memberikan opini wajar tanpa pengecualian atas laporan keuangan konsolidasi PHI per 31 Desember 2025. Tingkat kesehatan perusahaan pun meraih peringkat AA+ (idn) dengan outlook stabil.
Dampak Lingkungan dan Sosial
PHI juga mencatatkan pengurangan emisi karbon lebih dari 215 kilo ton sepanjang 2025. Di sisi sosial, perusahaan menginvestasikan dana untuk 65 program Community Involvement & Development (CID) di Kalimantan Timur, mencakup bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga penanganan bencana.
Atas capaian tersebut, PHI meraih tiga PROPER Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta sejumlah penghargaan di bidang keamanan, TKDN, dan komunikasi korporat. Ke depan, pemegang saham mendorong PHI untuk terus memperkuat produksi di tahun 2026 demi mendukung target produksi nasional.