Pencarian

Djed Spence Main dengan Rahang Retak demi Mimpi Piala Dunia Bersama Inggris

Selasa, 09 Juni 2026 • 08:09:01 WIB
Djed Spence Main dengan Rahang Retak demi Mimpi Piala Dunia Bersama Inggris
Djed Spence tampil penuh meski rahangnya retak dalam laga Premier League.

SULAWESI TENGGARA — “Untungnya saya bermain sepak bola dengan kaki, bukan rahang. Jadi saya baik-baik saja.” Kalimat itu diucapkan Djed Spence dengan enteng saat mengenang momen mengerikan di akhir musim Premier League. Ia terkena sikut keras Liam Delap dalam duel udara, dan meski kesakitan, ia tetap bertahan hingga laga usai.

Insiden Brutal Delap dan Keputusan Wasit yang Dipertanyakan

Dalam laga kontra Chelsea, Delap melepaskan siku kiri ke arah Spence tanpa mencoba merebut bola. Wasit tidak mengeluarkan kartu merah, keputusan yang langsung menuai protes. Spence sendiri mengaku terkejut. “Ya, itu tekel gila,” ujarnya.

Spence baru tahu rahangnya retak setelah pertandingan. Ia tetap bermain di laga penentuan melawan Everton dan membantu Spurs menang 1-0 untuk bertahan di Premier League. Ia juga tampil penuh dalam laga uji coba Inggris kontan Selandia Baru (1-0) dan memberi assist untuk gol Harry Kane.

Pelindung Rahang, Adaptasi, dan Jam Terbang 48 Laga

Spence kini harus memakai pelindung rahang di setiap pertandingan selama turnamen musim panas ini. “Agak tidak nyaman, tapi beginilah adanya. Saya harus terbiasa. Butuh tiga bulan sampai benar-benar sembuh,” katanya.

Ia sudah memakainya di latihan dan pertandingan, termasuk saat Inggris bersiap menghadapi Kosta Rika dan Kroasia di fase grup Piala Dunia. Spence mencatatkan 48 penampilan untuk klub dan negara musim ini, dan assist ke gawang Selandia Baru menjadi yang pertama di musim ini.

“Semua orang tahu kemampuan saya dalam satu lawan satu. Tapi ke depan saya masih harus meningkatkan kontribusi ofensif, terutama karena saya bermain di sisi kiri yang bukan posisi alami,” akunya.

Kunci Sukses Tuchel: Kecepatan, Fleksibilitas, dan Mental Baja

Pemilihan Spence oleh Thomas Tuchel sempat mengejutkan. Banyak yang mempertanyakan kenapa Myles Lewis-Skelly, Lewis Hall, atau Luke Shaw tidak dipilih. Namun Tuchel konsisten memanggil Spence di setiap skuadnya musim ini. Ia adalah pemain tercepat di skuad Piala Dunia, unggul dalam duel satu lawan satu, dan bisa bermain di kedua sisi pertahanan.

“Saya naturalnya bek kanan, tapi sudah dua tahun bermain di kiri. Saya masih belajar, tapi fleksibilitas adalah kekuatan,” ujar Spence. Ia juga tak ragu menunjukkan kepercayaan diri di media sosial, termasuk adu sindir dengan pemain Arsenal seusai kekalahan PSG di Champions League.

Kini, dengan rahang yang masih dalam masa penyembuhan, Spence siap membuktikan bahwa cedera bukan halangan untuk bersinar di panggung terbesar sepak bola dunia.

Bagikan
Sumber: theguardian.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks