SULAWESI TENGGARA — Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut Presiden dijadwalkan mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Krui, Lampung Barat, dalam rangka meninjau perkembangan layanan kesehatan yang tengah diperkuat pemerintah. Hal itu diungkapkan Budi usai bertemu Presiden di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (9/6).
12 dari 20 RS Sudah Beroperasi, Tiga Agenda Utama Kunjungan
Menurut Budi, kunjungan Presiden ke Lampung Barat tidak hanya sekadar meninjau RSUD Krui. "Tadi diminta hadir. Sudah jadi 20, sudah beroperasi 12," ujarnya kepada wartawan, Selasa (9/6).
Ia menjelaskan, rumah sakit tersebut merupakan bagian dari program penguatan layanan kesehatan pemerintah. Presiden ingin melihat langsung perkembangan fasilitas yang telah dibangun dan mulai berfungsi. Selain itu, agenda kunjungan juga mencakup evaluasi penanganan tuberkulosis (TBC) yang masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia.
Berseloroh Soal Isu Mutasi Kabinet, Budi: Ah Itu Kan Kata Situ
Saat dikonfirmasi mengenai isu dirinya disebut-sebut masuk bursa calon Menteri Keuangan, Budi tidak memberikan respons serius. "Ah itu kan kata situ," jawabnya sambil berseloroh.
Ketika didesak lebih lanjut, Budi menegaskan masih fokus pada tugasnya saat ini. "Sekarang masih jadi Menkes," ujarnya. Ia bahkan menepis spekulasi tersebut dengan nada santai. "Kayanya udah agak lupa deh," kata Budi menanggapi pertanyaan soal kemungkinan perombakan kabinet.
Ekspor Obat Diabetes Mulai Moncer, Industri Farmasi Nasional Bergerak
Dalam kesempatan yang sama, Budi juga menyinggung perkembangan industri farmasi nasional. Ia menyebut ekspor obat diabetes dari Indonesia menunjukkan tren positif. "Ekspor obatnya kita lumayan," ujarnya singkat tanpa merinci angka atau negara tujuan ekspor.
Pernyataan itu memperkuat sinyal bahwa pemerintah tengah mendorong kemandirian sektor farmasi, seiring dengan penguatan layanan kesehatan di daerah. Namun, Budi tidak mengaitkan secara langsung antara program RS baru dengan peningkatan kapasitas produksi obat nasional.