SULAWESI TENGGARA — Job Fair Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Malut di Tobelo, Halmahera Utara, menjadi panggung utama kolaborasi ini. Harita Nickel tak hanya meneken nota kesepahaman, tetapi juga langsung membuka lapangan pekerjaan.
Perusahaan menyediakan 416 posisi yang mencakup driver, operator alat berat, mekanik, hingga berbagai lini operasional lainnya. Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, yang hadir bersama Wakil Gubernur Sarbin Sehe, meninjau langsung gerai pengembangan karier perusahaan.
“Terima kasih kepada Harita Nickel yang sudah konsisten dari tahun ke tahun dalam melakukan pelatihan kerja bagi masyarakat Maluku Utara,” ujar Sherly dalam sambutannya.
Program PELITA: Dari Operator Alat Berat hingga Bahasa Mandarin
Komitmen Harita Nickel terhadap pengembangan SDM lokal bukanlah hal baru. Sejak 2023, perusahaan menjalankan program Peningkatan Keahlian dan Keterampilan Pemuda (PELITA). Program vokasi ini mencakup pelatihan operator alat berat, operator overhead crane, hingga bahasa Mandarin.
Sejumlah lulusan dari program ini sudah terserap ke dunia kerja. Pendekatan ini dinilai penting, terutama bagi generasi muda di wilayah kepulauan seperti Pulau Obi, di mana akses terhadap pelatihan teknis masih terbatas.
Executive Vice President External Relations Harita Nickel, Latif Supriadi, menegaskan bahwa keberhasilan perusahaan tak lepas dari tumbuhnya komunitas di sekitarnya. “Ketika anak-anak muda Maluku Utara berkembang dan memiliki masa depan yang lebih baik, itu juga menjadi kebanggaan bagi kami,” kata Latif.
Sinergi dengan BPVP Ternate, Pelatihan Sesuai Kebutuhan Industri
Selain program internal, Harita Nickel juga menjalin kolaborasi dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ternate. Pelatihan yang diberikan dirancang berdasarkan kebutuhan industri riil, bukan sekadar materi teoritis.
Kepala Disnakertrans Malut, Marwan Polisiri, mengapresiasi langkah ini. Menurutnya, sinergi antara regulator dan korporasi seperti inilah yang perlu diperkuat. “Kolaborasi ini akan membuka ruang karier yang jauh lebih luas bagi generasi muda usia produktif,” ujar Marwan.
Ia berharap kerja sama yang baru diteken ini bisa memperluas jangkauan program pelatihan, sehingga lebih banyak pemuda Maluku Utara bertransformasi menjadi tenaga kerja berdaya saing tinggi. “Fokus utamanya adalah penguatan kapasitas agar mampu mengimbangi standar kebutuhan industri modern,” pungkasnya.