SULAWESI TENGGARA — Pasar motor listrik dalam negeri tahun ini kian ramai dengan kehadiran model-model murah yang mengandalkan suntikan dana dari pemerintah. Lewat program subsidi Rp7 juta per unit, sejumlah pabrikan berlomba menawarkan kendaraan roda dua tanpa BBM dengan harga yang bersaing. Konsumen punya banyak opsi, mulai dari yang sekadar untuk gaya hingga yang mengutamakan jarak tempuh jauh.
Exotic Motorizen dan ZPT Nimbus: Paling Murah dengan Fitur Modern
Exotic Motorizen menjadi salah satu motor listrik termurah yang tersedia saat ini, dengan harga sekitar Rp5,99 juta. Desainnya ringkas dan cocok untuk mobilitas harian di perkotaan. Sementara itu, ZPT Nimbus menawarkan paket lebih modern dengan harga mulai Rp2,9 jutaan setelah subsidi, sudah termasuk rem cakram depan dan belakang serta panel dasbor digital.
Exotic Sterrato juga masuk dalam jajaran motor murah dengan rentang harga Rp5 jutaan hingga Rp8,6 jutaan per Maret 2026. Pilihan ini cukup menarik bagi mereka yang ingin beralih ke kendaraan listrik tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.
Polytron Fox-200 hingga United T1800: Jarak Tempuh Jadi Pertimbangan
Bagi konsumen yang membutuhkan jarak tempuh lebih panjang, United T1800 menawarkan kapasitas hingga 130 km dalam sekali pengisian daya dengan harga mulai Rp15 jutaan. Motor ini juga dibekali sistem pengereman CBS yang meningkatkan faktor keselamatan. Sebagai pembanding, Polytron Fox-200 yang dibanderol Rp11 jutaan hanya mampu menempuh 85 km dengan kecepatan maksimal 70 km/jam.
Selis Neo Scootic dan Selis E-Max juga menjadi alternatif dengan harga masing-masing Rp13,5 juta dan mulai Rp10 jutaan. Pilihan ini menunjukkan bahwa pasar motor listrik murah 2026 tidak hanya soal harga, tetapi juga variasi fitur dan spesifikasi teknis yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.
Skema Baterai: Sewa atau Tukar, Mana Lebih Untung?
Salah satu pertimbangan penting sebelum membeli motor listrik adalah skema kepemilikan baterai. Polytron Fox 500 misalnya, menawarkan sistem tukar baterai (battery swap) yang memudahkan pengisian ulang tanpa perlu menunggu lama. Sementara itu, Alva N3 Next Gen menerapkan model sewa baterai yang bisa menekan harga awal pembelian unit.
Konsumen disarankan untuk menghitung total biaya kepemilikan jangka panjang, termasuk biaya langganan baterai jika ada. Hal ini penting agar tidak terjebak harga muka yang murah namun biaya operasional bulanan membengkak.
Target Subsidi 100.000 Unit dan Dampak Lingkungan
Pemerintah menargetkan penyaluran insentif untuk 200.000 unit kendaraan listrik secara total, termasuk 100.000 unit motor listrik, mulai Juni 2026. Kebijakan ini tidak hanya bertujuan menekan impor BBM dan inflasi, tetapi juga memperbaiki kualitas udara perkotaan yang terus memburuk akibat polusi kendaraan berbahan bakar fosil.
Dari sisi perawatan, motor listrik dinilai lebih sederhana karena tidak memiliki mesin pembakaran internal yang rumit. Ini menjadi nilai tambah bagi konsumen yang ingin mengurangi biaya servis rutin.