SULAWESI TENGGARA — BRI tidak hanya mengandalkan teknologi untuk mendorong transformasi digital. Perusahaan pelat merah itu menggandeng jaringan Agen BRILink yang tersebar hingga pelosok negeri sebagai motor akuisisi pengguna baru BRImo. Program ini menawarkan hadiah Tabungan Emas dengan skema bertingkat, mulai dari 0,1 gram emas bagi agen yang berhasil mengaktivasi 10 nasabah baru, hingga 1 gram emas untuk 50 nasabah.
Skema Hadiah Berjenjang dari Bronze hingga Gold
Agen BRILink yang masuk kategori Bronze cukup mengumpulkan minimal 10 nasabah baru yang melakukan registrasi, aktivasi, dan transaksi via BRImo. Hadiahnya setara 0,1 gram emas. Untuk kategori Silver, syaratnya naik menjadi 25 nasabah dengan reward 0,5 gram emas. Sementara kategori Gold membutuhkan 50 nasabah dan memberikan hadiah setara 1 gram emas.
Nasabah yang dimaksud adalah pengguna baru BRImo atau New Onboarded User (NOU). Mereka bisa berasal dari pemilik rekening BRI yang belum pernah mengaktifkan BRImo, maupun nasabah yang membuka rekening baru melalui agen. Setelah aktivasi berhasil, nasabah wajib melakukan minimal satu transaksi finansial melalui agen BRILink agar hadiah bisa diklaim.
Mengapa Agen BRILink Jadi Kunci Digitalisasi BRI
Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menilai agen BRILink memiliki posisi strategis dalam memperkenalkan layanan keuangan digital ke masyarakat yang selama ini belum tersentuh perbankan formal. “Transformasi digital yang dilakukan BRI tidak hanya berfokus pada pengembangan teknologi, tetapi juga memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (17/6/2026).
Menurut Akhmad, kombinasi aplikasi BRImo yang serba digital dengan jaringan agen yang dekat dengan warga menjadi faktor penting memperluas akses perbankan. Agen tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga berperan sebagai edukator literasi digital bagi nasabah yang baru pertama kali menggunakan layanan perbankan elektronik.
Target ke Depan: Ekosistem Terintegrasi dari Desa ke Kota
BRI berencana terus memperkuat ekosistem layanan yang terintegrasi agar masyarakat di berbagai wilayah bisa mengakses produk keuangan tanpa harus datang ke kantor cabang. Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah pengguna BRImo, tetapi juga memperkuat peran agen BRILink sebagai mitra strategis dalam mempercepat digitalisasi dan inklusi keuangan di Indonesia.
Langkah ini sekaligus menjawab tantangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang terus mendorong perbankan meningkatkan indeks inklusi keuangan nasional, yang saat ini masih timpang antara wilayah Jawa dan luar Jawa. Dengan insentif emas, BRI mencoba membuat agen lebih termotivasi menjaring nasabah baru di daerah-daerah yang selama ini minim akses perbankan.