Pencarian

Guru ASN di Baubau Sulawesi Tenggara Tak Digaji Selama 6 Tahun, Tetap Mengajar meski Suami Sakit 14 Tahun

Rabu, 24 Juni 2026 • 14:52:31 WIB
Guru ASN di Baubau Sulawesi Tenggara Tak Digaji Selama 6 Tahun, Tetap Mengajar meski Suami Sakit 14 Tahun
Hasrianti, guru ASN di Baubau, tetap mengajar meski gajinya tertunda selama enam tahun.

BAUBAU — Hasrianti, seorang guru ASN di SMP Negeri 2 Baubau, Sulawesi Tenggara, telah menjalani enam tahun tanpa gaji. Selama periode 73 bulan itu, ia tetap hadir mengajar setiap hari, meskipun kondisi ekonominya tertekan karena sang suami sakit keras. Satu-satunya sumber penghasilan keluarga adalah gaji Hasrianti yang justru dihentikan sepihak.

Alasan Penghentian Gaji Tak Jelas

Hasrianti mengaku tidak pernah mendapat surat peringatan atau panggilan pembinaan sebelum gajinya ditahan. Informasi yang ia terima hanya sepenggal: ia disebut dipindahkan ke SMP Negeri 7 Baubau. Namun, surat keputusan (SK) pemindahan itu tidak pernah ia terima. "Jadi langsung begitu saja menahan gaji saya. Tidak pernah dipanggil untuk dibina atau diberikan penjelasan," kata Hasrianti di SMP Negeri 2 Baubau, Selasa (23/6/2026).

Ia menambahkan, tuduhan bahwa ia meninggalkan tugas tidak berdasar. "Saya juga tidak tahu kesalahan apa yang saya lakukan. Katanya saya meninggalkan tugas, tetapi saya sudah menunjukkan bukti absensi saya (di SMP Negeri 2)," sambungnya.

Nota Tugas yang Tak Pernah Diterima

Menurut Hasrianti, ada kabar tentang nota tugas yang dikeluarkan pada 4 Juni 2019 yang menjadi dasar pemindahannya. Namun, berkas itu tak pernah ia pegang. "Katanya ada nota tugas yang dikeluarkan tanggal 4 Juni 2019. Tetapi ketika saya minta nota tugas itu, tidak pernah diberikan," ujarnya.

Upaya mencari dokumen itu sudah ditempuh ke berbagai pihak. Hasrianti mendatangi kepala sekolah, kepala dinas pendidikan, Badan Kepegawaian Daerah (BKD), hingga Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Baubau. Hasilnya nihil. "Saya menghadap kepala sekolah tidak diberikan, ke kepala dinas juga tidak diterima. Saya cari di BKD juga tidak ada. Saya bahkan berusaha menemui Sekda saat itu, tetapi juga tidak bisa bertemu," paparnya.

Karena tidak pernah menerima dokumen resmi, Hasrianti memilih tetap mengajar di SMP Negeri 2 Baubau. "Karena saya tidak memperoleh nota tugas, saya tetap bertugas di SMP Negeri 2 Baubau. Saya tetap hadir setiap hari dan menjalankan tugas seperti biasa," ucapnya.

Beban Ekonomi di Pundak Seorang Guru

Di tengah persoalan administratif itu, Hasrianti harus menanggung beban ekonomi keluarga sendirian. Suaminya telah menderita sakit selama 14 tahun dan tidak bisa bekerja. Kondisi itu memaksanya mencari berbagai cara untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Dinas Pendidikan atau BKD Kota Baubau mengenai nasib Hasrianti. Ia hanya berharap ada kejelasan atas haknya sebagai ASN yang telah mengabdi selama bertahun-tahun.

Bagikan
Sumber: regional.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks