SULAWESI TENGGARA — Kepastian James berlatih tanpa hambatan membuat peluangnya tampil sebagai starter melawan Norwegia terbuka lebar. Sebelumnya, pemain 26 tahun itu melewatkan tiga pertandingan terakhir akibat cedera hamstring yang membatasi pergerakannya.
Krisis Bek Kanan yang Membelit Tuchel
Masalah di sektor kanan pertahanan memang menjadi sakit kepala tersendiri bagi Tuchel sejak babak gugur. Jarell Quansah, yang awalnya diplot sebagai pengganti, harus absen setelah menerima kartu merah saat Inggris menyingkirkan Meksiko di babak 16 besar.
Padahal, pemain Liverpool itu sebelumnya menjadi andalan setelah Tino Livramento dan Reece James sama-sama bergulat dengan cedera. Ketiadaan kreator serangan dari sisi kanan membuat suplai bola ke lini depan tersendat. Declan Rice dan Elliot Anderson memang rapi dalam mengalirkan bola dari tengah, namun keduanya lebih fokus menjaga keseimbangan dan melindungi pertahanan.
Ujian Berat: Menjinakkan Haaland
Meski kabar positif datang dari pemulihan James, Inggris tetap tidak boleh lengah. Norwegia bukan lawan sembarangan. Tim asuhan Stale Solbakken sudah menyingkirkan Brasil dan sempat merepotkan Prancis di fase grup.
Ancaman utama jelas datang dari ujung tombak Manchester City, Erling Haaland. Striker haus gol itu diperkirakan akan menjadi ujian berat bagi barisan belakang The Three Lions. Duel antara Haaland dan Harry Kane diprediksi akan menjadi penentu hasil akhir laga nanti.
Kembalinya Kreator dari Sisi Kanan
Dalam skema Inggris, kembalinya James bukan sekadar menambal lubang di pertahanan. Kualitas umpannya yang mampu membuka ruang serangan dari lini belakang sangat dibutuhkan. Aspek ini terasa berkurang drastis saat ia tidak tersedia.
Dengan James di sisi kanan, suplai bola ke Harry Kane dan Jude Bellingham diharapkan lebih lancar. Keduanya punya naluri mencetak gol dan bisa memanfaatkan setiap peluang yang tercipta. Jika skema ini berjalan, kans Inggris melaju ke semifinal Piala Dunia 2026 terbuka lebar.