Pencarian

Kawasaki Bangkitkan Mesin 2-Tak Setelah 20 Tahun, Bukan untuk Jalan Raya

Jumat, 05 Juni 2026 • 03:30:31 WIB
Kawasaki Bangkitkan Mesin 2-Tak Setelah 20 Tahun, Bukan untuk Jalan Raya
Kawasaki memperkenalkan motor 2-tak injeksi 250cc terbaru khusus untuk motorsport di Tokyo Motor Show.

SULAWESI TENGGARA — Kawasaki akhirnya memutuskan untuk menghidupkan kembali mesin 2-tak yang telah lama menjadi ikon performa di era 1990-an. Lewat ajang Tokyo Motor Show, pabrikan asal Jepang itu memperkenalkan model terbaru yang menggunakan jantung pacu dua langkah, namun diperuntukkan khusus untuk sektor motorsport. Langkah ini menjadi sinyal bahwa mesin 2-tak belum sepenuhnya mati, setidaknya di dunia balap.

Mesin 2-Tak Kembali: Bukan untuk Jalan Raya

Motor anyar ini mengusung mesin injeksi 2-tak berkapasitas 250cc yang diklaim lebih efisien dibanding pendahulunya. Teknologi injeksi langsung pada mesin dua langkah ini memungkinkan pembakaran lebih sempurna sehingga emisi gas buang berkurang drastis. Meski begitu, Kawasaki menegaskan bahwa model ini tidak akan dijual untuk penggunaan di jalan umum karena belum lolos regulasi emisi Euro 5 maupun standar lokal di berbagai negara.

Sejarah Panjang Mesin 2-Tak yang Kini Dibangkitkan

Mesin 2-tak sempat menjadi primadona di Indonesia pada era 1970-an hingga 1990-an. Nama-nama seperti Yamaha RX-King, Suzuki RGR, Suzuki Satria 120R, dan Kawasaki Ninja 150 menjadi simbol kecepatan bagi generasi muda saat itu. Suara knalpot nyaring dan akselerasi spontan adalah ciri khas yang sulit dilupakan. Namun memasuki awal 2000-an, regulasi emisi yang semakin ketat membuat pabrikan mulai meninggalkan teknologi ini karena dianggap boros dan menghasilkan polusi tinggi.

Dua Langkah Piston, Tenaga Lebih Besar

Mesin 2-tak hanya membutuhkan dua langkah piston—naik dan turun—untuk menghasilkan tenaga, berbeda dengan mesin 4-tak yang memerlukan empat langkah. Siklus kerja yang lebih pendek ini membuat mesin 2-tak mampu memproduksi tenaga lebih besar dengan kapasitas yang sama. Konstruksinya juga lebih sederhana karena tidak memerlukan katup dan mekanisme penggerak katup. Namun kelemahan utamanya adalah efisiensi bahan bakar yang rendah dan emisi tinggi karena sebagian campuran oli ikut terbuang melalui knalpot.

Regulasi Emisi Jadi Penghalang Utama

Proses pembakaran pada mesin 2-tak memang dikenal kurang efisien. Sebagian campuran bahan bakar dan oli ikut terbuang melalui knalpot, menghasilkan emisi lebih tinggi dibanding mesin 4-tak. Hal inilah yang menjadi alasan utama pabrikan menghentikan produksi motor 2-tak untuk jalan raya. Mesin 4-tak yang lebih bersih dan irit bahan bakar akhirnya menjadi pilihan utama industri otomotif global. Kawasaki sendiri belum mengumumkan kapan motor 2-tak anyar ini akan dipasarkan, termasuk apakah akan dijual di Indonesia.

Bagikan
Sumber: viva.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks