Pencarian

Iran Tuding Pelanggaran Gencatan Senjata oleh AS Rusak Proses Diplomasi

Rabu, 10 Juni 2026 • 20:13:31 WIB
Iran Tuding Pelanggaran Gencatan Senjata oleh AS Rusak Proses Diplomasi
Duta Besar Iran menuding pelanggaran gencatan senjata oleh AS merusak proses diplomasi di Timur Tengah.

SULAWESI TENGGARA — Pernyataan keras Teheran ini disampaikan Baghaei di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Ia menekankan bahwa keberhasilan setiap proses negosiasi sangat bergantung pada iklim yang kondusif, sesuatu yang dinilai telah dirusak oleh tindakan sepihak AS.

Pesan Kontradiktif dan Pelanggaran Berulang

"Proses diplomasi tidak berlangsung dalam ruang hampa," kata Baghaei dalam pernyataan yang dikutip dari Anadolu, Rabu (10/6). Menurutnya, untuk memajukan negosiasi, diperlukan kondisi yang cukup kondusif agar diplomasi dapat berjalan. Ia secara spesifik menyebut tiga hal yang menjadi sumber kerusakan: pesan-pesan kontradiktif, perubahan posisi yang berulang, dan pelanggaran gencatan senjata.

"Sayangnya, Amerika Serikat, melalui pesan-pesan kontradiktif yang disampaikannya, perubahan berulang dalam posisi dan tuntutannya, dan yang terburuk, pelanggaran gencatan senjata yang berulang, telah merusak proses diplomatik," tegas Baghaei.

Israel Juga Dituding Hambat Negosiasi Lebanon

Baghaei tak hanya menyoroti tindakan AS. Ia juga menuding Israel menghambat upaya diplomatik melalui pelanggaran gencatan senjata yang berulang di Lebanon. "Setiap proses diplomatik akan dirugikan oleh penggunaan kekuatan dan tindakan yang melanggar hukum," ujarnya. Pernyataan ini memperkuat posisi Iran yang melihat adanya koordinasi de facto antara Washington dan Tel Aviv dalam menggagalkan solusi damai di kawasan.

Tinjau Ulang Negosiasi, Tanpa Detail

Menanggapi situasi yang dinilai tidak lagi kondusif, Iran mengisyaratkan akan mengevaluasi kembali peta jalan negosiasinya. Baghaei menyatakan bahwa Teheran akan meninjau kondisi yang melingkupi perundingan mendatang berdasarkan perkembangan terbaru. Namun, ia tidak memberikan perincian lebih lanjut mengenai bentuk atau waktu peninjauan tersebut.

Pernyataan ini muncul di saat upaya mediasi internasional, termasuk yang melibatkan negara-negara Teluk dan kekuatan Eropa, terus digencarkan untuk meredakan ketegangan. Sikap Iran yang cenderung menutup opsi diplomasi jika tekanan militer terus berlanjut, menjadi sinyal peringatan bagi komunitas global.

Bagikan
Sumber: voi.id

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks