KENDARI — Kabupaten Muna Barat menjadi daerah dengan alokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) terbanyak di Sulawesi Tenggara. Dari 16 kabupaten dan kota di provinsi ini, Mubar mendapat jatah lima desa penerima program prioritas nasional tersebut.
Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari Andi Mannojengi menyebutkan, kelima desa itu adalah Desa Lasama, Desa Tondasi, Desa Bangko, Desa Tanjung Pinang, dan Desa Latawe. "Ini adalah program prioritas nasional yang dikembangkan secara bertahap di berbagai daerah pesisir di Indonesia," kata Andi di Kendari, Senin.
Alokasi Tertinggi se-Sultra Hasil Komunikasi Intensif
Jumlah lima desa yang diraih Muna Barat disebut sebagai yang tertinggi dibandingkan daerah lain di Sulawesi Tenggara. Menurut Andi, pencapaian ini tidak lepas dari koordinasi dan komunikasi intensif antara Pemkab Mubar dengan pemerintah pusat.
Secara nasional, pemerintah menargetkan pembangunan 1.369 lokasi KNMP pada tahap saat ini. Ke depan, target pengembangan mencapai 5.000 KNMP sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di sektor kelautan.
Fasilitas Lengkap dari Hulu ke Hilir
Bupati Muna Barat La Ode Darwin menjelaskan, kawasan KNMP dirancang terintegrasi dari hulu hingga hilir untuk mengikis angka kemiskinan di wilayah pesisir. Fasilitas yang akan dibangun meliputi pabrik es, cold storage, bengkel kapal, tambatan perahu, shelter pendaratan ikan, kios perbekalan nelayan, sentra kuliner, penerangan kawasan, hingga jalan lingkungan.
"Dengan hadirnya fasilitas tersebut, kualitas hasil tangkapan akan tetap terjaga sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi. Nelayan tidak lagi bergantung pada penjualan segera dengan harga rendah," ujar La Ode Darwin.
Tiga Desa Dibangun Koperasi Nelayan
Pelaksanaan program diawali dengan peletakan batu pertama di Desa Lasama. Pada tahap awal, pembangunan koperasi nelayan akan dilaksanakan di tiga desa: Lasama, Tondasi, dan Latawe. Sementara Desa Tanjung Pinang dan Bangko disiapkan mengikuti tahapan berikutnya.
Program KNMP merupakan bagian dari implementasi kebijakan Ekonomi Biru Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Pemkab Mubar juga menjalin sinergi dengan PPS Kendari untuk memperkuat jaringan distribusi dan pemasaran hasil tangkapan nelayan.
Pemkab Mubar Ajukan Tambahan 7 Lokasi Baru
Meski telah mengamankan lima lokasi, Pemkab Mubar kini kembali memperjuangkan tambahan alokasi tujuh lokasi baru kepada KKP. Langkah ini diambil agar dampak ekonomi program dapat dirasakan lebih luas oleh desa-desa pesisir lainnya di Muna Barat.
"Saya meyakini apabila seluruh potensi ini dikelola dengan baik, sektor kelautan dan perikanan akan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi Muna Barat. Nelayan bukan sekadar pencari ikan, tetapi penjaga ketahanan pangan dan pejuang ekonomi wilayah pesisir," kata La Ode Darwin.