Pencarian

7 Cara Menghemat BBM Mobil untuk Perjalanan Jauh, Bensin Lebih Irit

Rabu, 21 Oktober 2026 • 11:04:01 WIB
7 Cara Menghemat BBM Mobil untuk Perjalanan Jauh, Bensin Lebih Irit
Gaya mengemudi agresif dapat menurunkan efisiensi bahan bakar 15–30 persen di kecepatan jalan raya.

SULAWESI TENGGARA — Gaya mengemudi agresif terbukti menurunkan efisiensi bahan bakar 15–30 persen di kecepatan jalan raya, menurut riset Oak Ridge National Laboratory. Daihatsu membagikan tujuh langkah yang bisa diterapkan sebelum dan selama perjalanan jauh agar konsumsi BBM lebih hemat. Langkah-langkah ini mencakup tekanan ban, beban muatan, hingga perencanaan rute.

Efisiensi bahan bakar mobil tidak ditentukan kapasitas mesin semata. Tekanan ban, beban muatan, penggunaan AC, hingga pemilihan rute ikut memengaruhi seberapa cepat tangki terkuras selama perjalanan jauh.

Oak Ridge National Laboratory (ORNL), lembaga riset di bawah Departemen Energi Amerika Serikat, mencatat gaya mengemudi agresif dapat menurunkan efisiensi bahan bakar sekitar 15–30 persen pada kecepatan jalan raya. Dua pengemudi dengan mobil dan rute sama bisa menghabiskan BBM dalam jumlah berbeda, bergantung cara berkendara.

Daihatsu melalui situs resminya membagikan tujuh cara menghemat BBM yang dapat diterapkan sebelum dan selama perjalanan jauh.

1. Jaga Kecepatan Mobil Tetap Stabil

Mempertahankan kecepatan secara stabil membantu meningkatkan efisiensi bahan bakar. Perubahan kecepatan yang terlalu sering membuat mesin bekerja lebih keras untuk menambah laju kendaraan.

Saat melintasi jalan tol yang lengang, pengemudi dapat mempertahankan kecepatan nyaman sesuai batas berlaku. Selain menghemat BBM, kebiasaan ini membuat perjalanan terasa lebih nyaman.

2. Hindari Akselerasi dan Pengereman Mendadak

Menginjak pedal gas terlalu dalam dan mengerem mendadak meningkatkan konsumsi BBM. Pengemudi perlu memperhatikan kondisi lalu lintas di depan dan mengantisipasi perubahan situasi sejak awal.

Ketika lampu lalu lintas berubah merah atau kendaraan di depan melambat, kurangi tekanan pedal gas lebih awal. Biarkan mobil melambat bertahap sebelum pengereman dilakukan. Cara ini juga mengurangi keausan kampas rem.

3. Periksa Tekanan Ban Sebelum Berangkat

Tekanan ban terlalu rendah meningkatkan hambatan gulir sehingga mesin butuh tenaga lebih besar untuk menggerakkan mobil. Kondisi ini berdampak langsung pada konsumsi bahan bakar.

Sebelum perjalanan jauh, periksa tekanan seluruh ban, termasuk ban cadangan. Gunakan tekanan sesuai rekomendasi pabrikan yang biasanya tercantum pada stiker di pilar pintu pengemudi atau buku manual. Jangan menjadikan angka tekanan maksimum di dinding ban sebagai acuan utama.

4. Kurangi Beban Barang yang Tidak Diperlukan

Muatan berlebih membuat mobil membutuhkan tenaga lebih besar untuk bergerak, terutama saat berakselerasi atau melewati jalan menanjak. Periksa bagasi dan kabin sebelum berangkat, lalu keluarkan barang yang tidak diperlukan.

Pengguna roof box perlu mempertimbangkan kebutuhan pemakaiannya. Selain menambah bobot, kotak penyimpanan di atap meningkatkan hambatan udara ketika mobil melaju sehingga berpotensi menambah konsumsi BBM.

5. Lakukan Servis Berkala Sebelum Perjalanan Jauh

Kondisi mesin dan komponen kendaraan memengaruhi efisiensi bahan bakar. Perawatan berkala memastikan kendaraan bekerja sesuai spesifikasi pabrikan.

Periksa kondisi oli mesin, filter, dan busi, serta pastikan pelumas sesuai rekomendasi. Pemilik mobil disarankan mengikuti jadwal servis dalam buku panduan, termasuk sebelum perjalanan jauh. Jangan abaikan lampu peringatan di dasbor karena gangguan yang tidak segera ditangani bisa meningkatkan konsumsi BBM.

6. Gunakan AC Mobil Secara Bijak

Kompresor AC membutuhkan tenaga dari mesin pada mobil bermesin konvensional, sehingga penggunaannya memengaruhi konsumsi bahan bakar. Meski begitu, AC tidak harus dimatikan sepenuhnya.

Atur suhu kabin pada tingkat nyaman dan gunakan kecepatan kipas secukupnya. Saat udara luar sejuk, ventilasi alami dapat dimanfaatkan. Namun, membuka jendela lebar-lebar pada kecepatan tinggi meningkatkan hambatan udara, jadi sesuaikan dengan cuaca, kecepatan, dan kenyamanan penumpang.

7. Rencanakan Rute untuk Menghindari Kemacetan

Kemacetan membuat mobil menghabiskan waktu lebih lama di jalan. Ketika kendaraan berhenti atau bergerak perlahan dengan mesin menyala, bahan bakar tetap terpakai meski jarak tempuh minim.

Periksa kondisi lalu lintas melalui aplikasi peta digital sebelum berangkat untuk menentukan rute dan waktu perjalanan. Bila memungkinkan, pilih waktu keberangkatan di luar jam sibuk. Rencanakan juga lokasi istirahat dan SPBU di sepanjang rute agar tidak perlu memutar arah saat tangki mulai menipis.

Follow inisultra.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: medcom.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks