Pencarian

Balita Bermasalah Gizi di Gresik Dapat Pendampingan Dokter Anak

Rabu, 21 Oktober 2026 • 13:33:01 WIB
Balita Bermasalah Gizi di Gresik Dapat Pendampingan Dokter Anak
Dokter spesialis anak memeriksa balita terindikasi gangguan tumbuh kembang di Puskesmas Sukomulyo, Gresik.

SULAWESI TENGGARA — Sebanyak 15 balita dengan indikasi gangguan tumbuh kembang menjalani pemeriksaan langsung dokter spesialis anak di Puskesmas Sukomulyo, Kecamatan Manyar, Gresik. Pendampingan berjenjang dari Posyandu hingga puskesmas menjadi kunci agar masalah gizi tidak terlambat terdeteksi.

Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik menerjunkan dokter spesialis anak untuk memeriksa balita yang terindikasi mengalami gangguan pertumbuhan. Kegiatan di Puskesmas Sukomulyo itu juga menyertakan orang tua dalam sesi edukasi pola asuh dan nutrisi.

Para balita merupakan hasil penjaringan rutin di Posyandu dan jaringan pelayanan kesehatan desa. Selain pemeriksaan medis, orang tua mendapat penjelasan soal pemberian makan seimbang hingga stimulasi tumbuh kembang sejak dini.

Mengapa Deteksi Dini di Posyandu Sangat Menentukan

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Gresik, dr. Anik Luthfiyah, menyebut munculnya kasus balita bermasalah gizi kerap dipicu kurangnya kesadaran orang tua membawa anak ke posyandu secara rutin.

"Jika rutin ke posyandu, masalah gizi sebenarnya bisa terdeteksi jauh lebih dini. Selain itu, kami juga melihat kapasitas kader posyandu dalam mendeteksi awal gangguan pertumbuhan dan gizi masih perlu terus kita tingkatkan," ujar dr. Anik, Senin (19/10).

Peningkatan kompetensi kader menjadi tugas bersama Dinkes dan puskesmas. Tujuannya sederhana: jangan sampai gangguan tumbuh kembang baru disadari setelah anak menginjak usia dua atau tiga tahun.

Pola Asuh Seragam Jadi Salah Satu Pemicu

Dinkes Gresik juga menyoroti pola pengasuhan di tingkat keluarga. Masih ada orang tua yang menyamakan pola asuh antar-anak, padahal kebutuhan gizi dan tumbuh kembang setiap anak berbeda.

Temuan lapangan menunjukkan kasus anemia pada balita cukup marak. Kondisi itu menandakan rendahnya kualitas asupan gizi, terutama pemenuhan protein hewani.

"Rata-rata yang kami temukan di lapangan, variasi makanannya masih sangat kurang. Asupan protein hewani perlu mendapat perhatian serius, bukan hanya soal kenyang atau jumlah makanan, tetapi juga jenis keanekaragaman nutrisinya," tegas dr. Anik.

Prioritas pada Anak di Bawah Tiga Tahun

Sasaran pendampingan mencakup balita usia 0 hingga 59 bulan. Meski begitu, Dinkes Gresik memprioritaskan intervensi pada batita karena berada di masa emas pertumbuhan.

Alurnya berjenjang. Balita yang terindikasi bermasalah di Posyandu dirujuk ke puskesmas, lalu dikonsultasikan ke dokter spesialis anak bila perlu tindakan lanjutan.

dr. Anik mengakui kehadiran dokter spesialis di puskesmas masih terbatas dari sisi waktu dan anggaran. Dinkes berharap rumah sakit ikut menjembatani agar dokter anak bisa menjangkau puskesmas secara berkelanjutan.

"Pelayanan dasar hingga konsultasi di puskesmas sudah ter-cover melalui skema Universal Health Coverage (UHC). Namun untuk mendatangkan dokter spesialis secara rutin, kami sangat berharap keterlibatan dan jejaring dari rumah sakit untuk bersama-sama menangani stunting," tambahnya.

Cerita Orang Tua: Sanum Belum Bisa Berjalan di Usia 2 Tahun

Durotun Nafisa, orang tua pasien asal Manyar, membawa putrinya, Sanum (2 tahun 2 bulan), yang hingga kini belum bisa berjalan. Ia merasakan langsung manfaat pendampingan tersebut.

"Tadi anak saya diperiksa langsung oleh dokter spesialis dan kami diberi edukasi mengenai penanganannya. Pelayanannya sangat baik dan sangat membantu kami sebagai orang tua," ungkap Nafisa.

Kapan Ibu Perlu Segera Memeriksakan Anak

Bila berat badan anak tidak naik dalam dua bulan berturut-turut, nafsu makan menurun drastis, atau anak tampak lemas dan pucat, jangan menunggu jadwal posyandu berikutnya. Bawa segera ke puskesmas terdekat.

Catat pula capaian perkembangan anak, seperti kemampuan duduk, berdiri, dan berbicara. Keterlambatan satu tahap saja sebaiknya dikonsultasikan agar intervensi bisa dilakukan lebih awal.

Pendampingan dokter spesialis di puskesmas memberi ibu akses konsultasi tanpa harus langsung ke rumah sakit. Rutin ke posyandu, variasi protein hewani dalam menu harian, dan kepekaan terhadap tahapan perkembangan anak adalah tiga hal yang bisa ibu mulai hari ini.

Follow inisultra.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radargresik.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks