SULAWESI TENGGARA — Melalui fitur QRIS Cross Border di BRImo, pengguna cukup memindai kode QR yang tersedia di merchant China. Sistem akan memproses pembayaran secara otomatis menggunakan saldo rupiah nasabah.
Konversi nilai tukar dilakukan secara transparan dan kompetitif dalam waktu nyata (real-time). Dengan begitu, wisatawan tak perlu lagi mencari money changer atau membawa uang tunai dalam jumlah besar selama di luar negeri.
Efisiensi Biaya dan Kontrol Finansial Lebih Baik
Direktur Information Technology BRI Saladin Dharma Nugraha Effendi menyebut, layanan ini memberikan nilai tambah berupa efisiensi biaya. Nilai tukar yang diterapkan sering kali lebih menguntungkan dibandingkan penukaran fisik di tempat penukaran uang.
“Kehadiran QRIS Cross Border BRImo di China berpeluang meningkatkan transaksi wisatawan di luar negeri, karena kemudahan penggunaannya. Dengan sistem ini, wisatawan Indonesia bisa langsung berbelanja di merchant di China yang sudah terintegrasi QRIS,” ujar Saladin dalam keterangan resmi.
Setiap transaksi tercatat secara langsung di aplikasi BRImo. Nasabah bisa memantau pengeluaran kapan saja dan di mana saja, memperkuat kontrol keuangan selama perjalanan.
Volume Transaksi QRIS BRI Tembus Rp30,5 Triliun
Adopsi layanan digital BRI terus menunjukkan pertumbuhan pesat. Hingga Triwulan I 2026, volume transaksi QRIS BRI tercatat mencapai Rp30,5 triliun, tumbuh 76% secara tahunan (year-on-year/YoY). Jumlah transaksi melonjak 86,7% YoY menjadi 253 miliar transaksi.
Sementara itu, volume transaksi super apps BRImo meningkat 29,4% YoY menjadi Rp2.042,2 triliun. Ekspansi QRIS Cross Border ke China menjadi bagian dari dukungan BRI terhadap Bank Indonesia dalam memperluas konektivitas sistem pembayaran antarnegara.
Ke depan, BRI berencana terus menambah negara tujuan QRIS Cross Border. Langkah ini diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem keuangan digital global serta mendorong jaringan pembayaran lintas negara yang semakin terintegrasi.