SULAWESI TENGGARA — Laga yang kerap dianggap formalitas itu berubah menjadi panggung pembuktian bagi Saka. Tiga golnya ke gawang Prancis tidak hanya mengamankan posisi ketiga Inggris, tetapi juga membuka luka lama soal keputusan pelatih Thomas Tuchel di pertandingan sebelumnya.
Keputusan Tuchel yang Kembali Dipertanyakan
Inggris gagal melangkah ke final setelah kalah dari Argentina di semifinal. Di laga itu, Saka bahkan tidak masuk dalam rencana pergantian pemain. Tuchel mengaku keputusan itu sulit, tetapi ia lebih memilih Morgan Rogers karena faktor fisik.
"Saya merasa, setelah pertandingan melawan Norwegia, Morgan Rogers memiliki sesuatu yang spesial melalui kekuatan fisiknya untuk pertandingan melawan Argentina. Itu keputusan yang sulit bagi saya untuk meninggalkan Bukayo Saka di semifinal," kata Tuchel.
Alasan di Balik Hati-hati Tuchel
Tuchel menjelaskan bahwa keputusan itu tidak terkait kualitas Saka. Masalah tendon Achilles yang dialami sang winger menjelang akhir musim bersama Arsenal membuat pelatih asal Jerman itu ekstra hati-hati.
"Dia sudah siap bermain di Piala Dunia. Namun, saya merasa masih memiliki tanggung jawab sebagai pelatih, mengingat riwayat yang dialaminya, untuk bersabar bersama Bukayo," ujar Tuchel menambahkan.
Saka Pilih Bicara di Lapangan
Saka tidak memperpanjang perdebatan. Ia memilih membiarkan penampilannya menjadi jawaban. "Tentu saya ingin bermain lebih banyak. Namun, sekarang bukan waktunya membahas hal itu. Saya lebih suka berbicara lewat permainan saya di lapangan. Semuanya sudah selesai. Saatnya melangkah ke depan," ujar pemain Arsenal tersebut.
Usai pertandingan, Saka juga memberikan pernyataan tegas soal kondisi fisiknya. "Saya bugar. Saya bugar," tegasnya.
Pertanyaan yang Akan Terus Menghantui
Tiga gol ke gawang Prancis memang tidak mengubah fakta bahwa Inggris gagal ke final. Akan tetapi, penampilan Saka memastikan satu pertanyaan akan terus mengikuti The Three Lions: apakah hasil semifinal akan berbeda apabila salah satu pemain terbaik mereka mendapat kesempatan lebih awal?
Saka baru menjadi starter pada pertandingan terakhir fase grup. Ia kembali duduk di bangku cadangan pada fase gugur sebelum mendapat kesempatan lain saat menghadapi Meksiko.